JawaPos.com - Transjakarta Koridor 13 (Ciledug-Tendean) menjadi jalur Transjakarta satu-satunya yang menggunakan konsep jalan layang (elevated). Tingginya mencapai 23 meter dari jalan darat.
Karena letak ketinggiannya, khususnya di Halte Cipulir, disediakan fasilitas eskalator terlebih dahulu.
Pantauan JawaPos.com kemarin malam (25/8), eskalator tersebut terintegrasi langsung ke ITC Cipulir Mas. Letaknya halte pun berdampingan dengan pintu masuk pusat perbelanjaan itu.
Lebar eskalator hanya muat untuk satu orang.
Total ada lima buah eskalator yang harus dilalui untuk mencapai halte. Tiga eskalator pertama dari lantai dasar saling menyambung. Kemudian, di eskalator ketiga, terdapat pintu masuk ke ITC Cipulir Mas.
Setelah itu, penumpang terlebih dahulu melakukan tap in di gate yang telah disediakan. Baru kemudian penumpang sampai ke halte melalui eskalator keempat dan kelima.
Selain eskalator, Halte Cipulir dapat diakses dengan anak tangga dari depan Pasar Cipulir hingga mencapai gate untuk melakukan tap in, perjalanan pun bisa diteruskan dengan menggunakan dua eskalator terakhir.
Namun, untuk menaiki satu demi satu anak tangga tersebut cukup membuat napas tersengal. Penumpang Transjakarta maupun masyarakat yang ingin ke ITC Cipulir Mas tentunya lebih nyaman memilih naik eskalator.
Ada juga lift yang bisa diakses dari lantai dasar hingga lantai tiga menuju halte tersebut. Tetapi, penggunaan lift lebih disarankan bagi penumpang prioritas dan disabilitas.
Sebelumnya, saat peresmian Koridor 13, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyarankan agar masyarakat tanpa kebutuhan khusus
mau menaiki anak tangga.
"Memang kami dorong warga suka bergerak, berjalan supaya sehat, karena bangsa kita itu terkenal malas gerak, mager istilahnya," kata
Djarot di Halte Cipulir, Rabu (16/8).