
Golok di arena Lebaran Betawi Situ Babakan, Jakarta Selatan.
JawaPos.com - Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dalam ragam persenjataan. Tidak ketinggalan juga Jakarta yang dikenal dengan masyarakat Betawinya. Untuk masyarakat Betawi memiliki senjata tradisional yang disebut golok.
Sejarahnya, golok digunakan oleh para jawara silat seperti Si Pitung atau Si Jampang. Namun bergeser ke era modern, golok masih digunakan sebagai alat bantu pekerjaan. Misalnya membantu memotong batang pohon, kayu, atau pekerjaan rumah tangga lainnya. Ada pula yang menyimpannya sebagai koleksi, lalu ada yang menggunakannya karena status sosial.
Saat dijumpai di stand Badan Musyawarah (Bamus) Betawi di arena Lebaran Betawi yang berlangsung di Situ Babakan, Jakarta Selatan, terdapat banyak koleksi golok dipamerkan. Golok itupun dan dijual kepada pengunjung.
"Golok ada yang dilihat dari bentuk bilah dan dari bentuk gagang. Tapi kalau untuk sarungnya tidak ada bedanya. Jadi memang jenisnya macam-macam," kata Anggota Bamus Betawi, Yayan Golok kepada JawaPos.com, Sabtu (29/7).
Dia menjelaskan, golok jenis bilah terdiri dari bermacam-macam jenis di antaranya bilah Candung, Kopak Rawing, dan Salam Nunggal. Sedangkan untuk golok jenis gagang di antaranya gagang pisau, gagang jengkolan, dan lainnya.
Sementara untuk menjaga tingkat ketajamannnya, golok ini memang harus diasah secara berkala. Minimal diasah satu bulan sekali. "Kalau golok enggak ada unsur kleniknya. Jadi paling perawatannya hanya pakai oli. Sering- sering diasah atau pakai oli," ungkap Yayan.
Ada pula masyarakat yang menggunakan golok sebagai alat menyembelih hewan. Bahannya juga macam-macam, ada yang dari baja limbah laher, baja modern, hingga panadis.
Untuk status sosial, warga Betawi elite biasanya mengukur goloknya berdasarkan bahan golok itu sendiri. Salah satunya, golok kebo bule. Golok jenis ini dianggap prestis, karena harganya yang mencapai jutaan rupiah.
"Karena gagangnya itu dari tanduk kerbau bule artinya kerbau yang putih. Itu susah mencarinya semakin langka," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
