JawaPos.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali menggulirkan wacana. Kali ini rencana merekrut lulusan pendidikan luar sekolah (PLS) untuk memperkuat pendidikan karakter.
Selain memang dibutuhkan, hal tersebut akan mengurangi tingkat pengangguran sarjana PLS.
”Selama ini lulusan PLS memang tak terserap di jenjang pendidikan sekolah. Selain dianggap tak sesuai bidang, lulusan ini tak didik untuk menjadi guru mata pelajaran,” ungkap Yatim Riyanto, guru besar bidang PLS Unesa.
Meski begitu, lanjut dia, justru lulusan tersebut sangat dibutuhkan untuk penguatan karakter.
Yatim mengungkapkan, wacana FSD (full day school) yang digadang-gadang Mendikbud bisa berjalan efektif jika ada kolaborasi antarguru.
Terutama saat menangani kemampuan anak yang berbeda. Selama ini kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Pramuka menggunakan tenaga dari luar.
”Padahal, ekskul yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan karakter bisa dilakukan PLS. Sebab, saat menempuh pendidikan, lulusan PLS sudah dibekali pengembangan karakter tersebut,” jelasnya.
Bukan hanya lulusan PLS, Yatim menyebut bahwa FDS juga akan berjalan efektif jika sekolah dilengkapi pendidik dari jurusan psikologi dan teknologi pendidikan (TI).
Sebab, keduanya dapat berperan integral dalam memaksimalkan FDS. Guru TI, misalnya, memiliki kemampuan dalam pengembangan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan agar pengajaran menyenangkan bagi siswa. (elo/c6/nda/sep/JPG)