JawaPos.com – Kecelakaan tunggal terjadi Rabu (16/11) siang di ruas tol Dupak–Romokalisari. Sebuah pikap ringsek di bagian depan setelah menabrak guardrail (pagar pembatas) tol.
Tak sampai di situ, pikap maut itu terjatuh dari atas jembatan tol setinggi 10 meter. Akibat peristiwa tersebut, pengemudi pikap Erwin Aditya Wardana tewas di tempat kejadian.
Tubuhnya tergencet body mobil. Selain Erwin, ada seorang penumpang bernama Gatot Purwanto yang mengalami luka berat. Gatot langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik.
Peristiwa maut itu terjadi pukul 13.35 di km 9 tol Romokalisari. Cuaca sebenarnya cerah. Artinya, kondisi aspal tidak sedang basah dan licin.
Pikap bernopol DK 9726 FZ tersebut melaju dengan kecepatan lumayan tinggi. Kecepatannya diperkirakan lebih dari 70 km/jam.
Mobil yang melaju dari selatan ke utara itu kemudian melewati interchange tol. Saat posisi menikung itulah, pengemudi pikap tidak sanggup menguasai kendaraan.
Mobil menikuk, lantas menghantam guardrail dengan keras. Saking kerasnya tabrakan tersebut, mobil terlempar ke luar jalan tol. Mobil hitam itu pun jatuh di tengah sawah.
”Dugaan sementara, pengemudi memang kurang konsentrasi,” jelas Kanit PJR II Ditlantas Polda Jatim AKP Bambang Hariyono.
Setelah menerima laporan dari pengguna jalan lainnya, polisi beserta petugas jasa marga langsung mendatangi lokasi. Dibutuhkan waktu lama untuk mengevakuasi para korban.
Ketika petugas datang, kondisi korban sudah mengenaskan. Meski demikian, Gatot masih bernapas. Untuk mengeluarkannya, petugas sampai mengeluarkan alat pemotong besi.
Bagian atap body depan mobil yang rusak parah tersebut dipotong. Dengan sangat hati-hati, Gatot akhirnya berhasil dikeluarkan dan langsung diangkut ke rumah sakit.
Sementara itu, proses evakuasi jenazah Erwin tidak kalah susahnya. Posisi warga Perum Kori Nuansa Utara Timur, Jimbaran, Denpasar, tersebut telentang tergencet atap body mobil.
Untuk mengeluarkannya, petugas harus mengangkat tubuh bagian atasnya. Kakinya yang juga terjepit secara pelan-pelan ditarik.
”Guna penyidikan selanjutnya, kami serahkan ke Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya,” tutur perwira polisi dengan tiga balok emas di pundak itu.
Secara terpisah, Kanit Laka Lantas AKP Enny Prihatin Rustam menyatakan bahwa hingga semalam sekitar pukul 19.00, anak buahnya masih berada di TKP.
Mobil nahas tersebut belum dievakuasi dari tengah sawah. ”Masih ada di sana. Rencananya, memang akan dibawa ke sini,” ujarnya.
Mantan Kanitlantas Polsek Mulyorejo itu melanjutkan, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih akan diselidiki. Bisa jadi, sopir tidak tahu jalan karena berasal dari luar kota.
Bisa jadi pula, dia mengantuk saat kecelakaan itu. Pihaknya juga akan memeriksa kondisi mobil untuk mencari penyebab kecelakaan. ”Semua kemungkinan mesti ada. Tentu akan kami selidiki,” ucapnya.
Senggol Pikap, Pengendara Motor Tewas
LAKA lantas juga terjadi di Jalan Kalianak. Pengendara roda dua bernama Syahri, 49, tewas setelah kepalanya membentur aspal. Kecelakaan tersebut terjadi pukul 12.00.
Saat itu Syahri mengendarai sepeda motor di Jalan Kalianak dari barat ke timur. Sepeda motor nopol W 5614 J tersebut melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer/jam.
Memasuki Jalan Raya Kalianak Barat, Syahri mengambil jalur kiri. Dia berniat menyalip pikap di depannya.
Namun, jalan yang bergelombang dan sempitnya ruang gerak membuat setir sepeda motornya menyenggol bagian kiri belakang pikap. Sepeda motor itu pun oleng.
Syahri lantas terjatuh ke kanan. Kepalanya membentur aspal dengan keras. Pria asal Bungah, Gresik, tersebut tewas di tempat.
Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Mas Arjaka menyatakan, pikap yang sempat bersenggolan dengan korban melarikan diri.
Anggotanya masih memburu pikap itu untuk kepentingan penyelidikan. ’’Cukup sulit karena tidak ada yang melihat nopol pikap tersebut,’’ katanya.
Berdasar hasil olah TKP, penyebab kecelakaan itu hampir sama dengan mayoritas kecelakaan di Jalan Kalianak. Yakni, ruang gerak yang sempit untuk menyalip.
’’Jalur kiri kan memang bukan untuk menyalip. Apalagi jalur kiri di Jalan Kalianak bergelombang, jadi sangat rawan kecelakaan,’’ tuturnya.
Arjaka mengimbau pengendara roda dua agar lebih berhati-hati saat melintas di Jalan Kalianak.
’’Antisipasi sudah dilakukan. Di beberapa titik ada polantas yang jaga. Tapi, kalau pengendara tidak hati-hati, sering terjadi kecelakaan,’’ ungkapnya. (did/rid/c20/oni/sep/JPG)