JawaPos.com – Keinginan Miskaulah untuk bisa sembuh dari kebiasaan memakan ayam hidup kemarin (18/1) kembali ditunjukkan. Warga asal Desa Trompo Asri, Jabon, itu melakukan pemeriksaan lanjutan di Poli Psikiatri RSUD Sidoarjo.
Selain berkonsultasi dengan psikiater, perempuan 47 tahun tersebut diperiksa dokter spesialis jantung dan penyakit dalam.
Pukul 08.00 Miskaulah datang bersama putri sulungnya, Siti Rohmah, ke poli psikiatri. Saat itu dia terlihat begitu semangat. Wajahnya terus tersenyum ketika bertatap muka dengan para dokter yang menangani. ”Syukurlah, saya merasa lebih enak. Tidak lagi pernah mikir makan ayam hidup,” kata perempuan yang biasa disapa Pretty itu.
Dia datang ke RSUD untuk kontrol rutin. Jadwal kontrol tersebut ditentukan setelah menyelesaikan tes minnesota multiphasic personality inventory (MMPI) 2 atau tes psikometri dengan soal 550 butir. ”Saya belum tahu hasilnya. Katanya, mau dijelaskan hari ini (kemarin, Red),” ujarnya.
Selain menindaklanjuti hasil tes MMPI 2, tim dokter RSUD menjelaskan hasil tes laboratorium dan foto torax yang dijalani pekan lalu. Dengan didampingi Kepala Poli Psikiatri RSUD Sidaarjo Eva Ninik Sulistyani Skep Ners, Pretty dirujuk ke poli penyakit dalam dan poli jantung.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Sidoarjo dr Hairudi Sugijo SpKP FIHA menyatakan, hasil foto torax pasien bagus. Namun, hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa gula darah pasien sangat tinggi. Yakni, 86 MG/Dl. Begitu juga dengan kolesterol pasien yang mencapai 193 Mg/Dl. Selain itu, tekanan darah mencapai 170/90 mmHg. ”Hari ini (kemarin) tensi Bu Miskaulah sangat tinggi. Tidak tahu penyebabnya,” tuturnya.
Hairudi menjelaskan, hasil laboratorium tersebut akan kembali ditindaklanjuti tim dokter. Khususnya masalah gula darah dan kolesterol yang tinggi. Sebab, kondisi itu dikhawatirkan bisa mengakibatkan penyakit jantung koroner. ”Darah pasien kami ambil untuk diperiksa ulang,” jelasnya.
Selain itu, Pretty dirujuk untuk menjalani ekokardiografi atau USG jantung. Yakni, pemeriksaan yang memberikan gambaran jantung dengan sempurna. Dengan hasil Echo tersebut, kondisi jantung pasien akan diketahui. Tidak hanya itu, dia juga dirujuk untuk melakukan treadmill di rumah sakit. ”Kami hanya ingin tahu apakah ada masalah pada jantung pasien atau tidak. Sekaligus terapi treadmill,” paparnya.
Menurut dia, dengan kondisi Pretty saat ini, olahraga lari atau jalan rutin sangat baik untuk kesehatan. Lari atau jalan rutin tersebut dapat membantu jantung bekerja lebih baik. Selain itu, pola makan penting untuk dijaga. ”Treadmill tersebut bisa dilakukan, tetapi sekuatnya saja. Tidak boleh dipaksa,” lanjutnya.
Rencananya, pemeriksaan Echo dan treadmill dilakukan pada 24 dan 26 Januari mendatang. Sang pasien menyambut dengan senang saran dokter tersebut. Bahkan, dia berencana rutin melakukan olahraga di rumah bersama anaknya. ”Nanti anak saya menemani lari setiap pagi,” ucap Pretty.
Dia mengakui banyak mengalami perubahan yang lebih baik sejak melakukan pengobatan di RSUD. Salah satunya adalah pola tidur yang sebelumnya selalu di atas pukul 12.00. Kini dia tidur pukul 22.00 dan bangun sebelum Subuh. ”Biasanya malam saya gelisah tidak bisa tidur. Sekarang saya lebih suka tidur awal,” tuturnya.
Selain itu, dia tidak lagi memiliki keinginan untuk memakan ayam hidup. Selama ini dia selalu memakan makanan olahan ayam. Mulai soto hingga ayam goreng. Namun, dia belum bisa mengontrol konsumsi gula. ”Saya suka minum yang manis-manis. Mulai sekarang, saya mau kurangi,” tandasnya. (ayu/c16/hud/sep/JPG)