JawaPos.com – Saat melintas di Jalan Letjen Sutoyo, Desa Bungurasih, Waru, tepatnya di sebelah timur pintu keluar bus kota, tampak berjejer belasan toko dan lapak segala jenis kerajinan dari bambu. Karena lokasinya tidak jauh dari Terminal Purabaya, banyak pengunjung yang membeli hasil kerajinan itu sebagai oleh-oleh.
Ada tempat lampu, kurungan burung dan ayam, sketsel atau pembatas ruangan, alas duduk, kursi, asbak, dan kentongan hiasan. Selain itu, ada tempat minuman dengan beragam bentuk, mulai kupu-kupu, kelinci, hingga ikan. Selain hasil kerajinan bambu, ada yang menjual batang bambu utuh.
’’Kami biasanya mengambil barang yang sudah jadi dari berbagai daerah. Mengambil hasil kerajinan warga dari seluruh Pulau Jawa,’’ kata Zainudin, salah seorang penjual, Senin (10/4). Menurut Zainudin, barang yang paling laris di lapaknya adalah kurungan burung dan alas duduk.
Kerajinan dari bambu tersebut dibanderol Rp 40 ribu sampai Rp 900 ribu. Yang paling murah itu kurungan burung paling kecil. ’’Rata-rata kurungan burung berukuran sedang dijual Rp 250 ribu,’’ kata Zainudin. ’’Harga disesuaikan dengan jenis barang dan tingkat kesulitan pembuatannya,’’ imbuh pria asli Lamongan tersebut.
Untuk alas duduk dari bambu, hitungan harganya per meter. Satu meter dijual Rp 100 ribu. Sementara itu, satu set sketsel dihargai Rp 900 ribu. Zainudin tidak bisa memastikan bulan apa dagangannya laris. ’’Yang jelas, ada saja pembelinya. Baik untuk dijual lagi maupun dipakai sendiri,’’ ujarnya. (uzi/c7/pri/sep/JPG)