JawaPos Radar

Kejari Jakpus Identifikasi Harta Samadikun Hartono

30/03/2018, 14:42 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kejari Jakpus Identifikasi Harta Samadikun Hartono
Kepala Kejari Jakpus Kuntadi (DIMAS NUR APRIYANTO/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Nama terpidana perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Samadikun Hartono, kembali menguap. Setelah Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) menerima uang ganti rugi dari pria kelahiran 1948 itu.

Kepala Kejari Jakpus Kuntadi menuturkan, pihaknya terus mengidentifikasi harta dari Samadikun. Dia mengatakan, pada 20 Maret lalu, Samadikun membayar Rp 1 M melalui Kejari Jakpus. "Sehingga sampai saat ini total pembayaran uang pengganti adalah Rp. 81 M," terangnya kepada Jawa Pos.

Berdasar Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1969K/PID/2002 Tanggal 28 Mei 2003 atas nama Samadikun, dia diharuskan membayar uang pengganti Rp. 169.472.986.461,54.

Karena Samadikun sudah membayar hingga Rp. 81 juta, maka sisa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp. 88.472.986.461,54, hingga kini. "Atas kekurangan sisa kewajiban pembayaran tersebut, Kejari akan terus mengejar san mengambil tindakan tegas memaksa untuk segera melunasi kewajiban itu," papar Kuntadi.

Salah satu upaya yang ditempuh yakni berhasil mengambil alih dan memblokir aset-aset milik Samadikun, lanjut Kuntadi. Aset itu berupa tanah seluas 1.260 meter persegi di Desa Cimacan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa barat dan tanah serta bangunan seluas 289 meter persegi di Jalan Jambu No.58 A Rt.005 -Rw.02, Gondangdia, Jakarta Pusat.

"Apabila yang bersangkutan tidak segera melunasi, maka aset-aset tersebut akan dijual dan hasil penjualan akan dipergunakan untuk menutupi kekurangan pembayaran uang pengganti," jelas Kuntadi. Menurutnya, saat ini, Kejari Jakpus telah menaksir harga aset Samadikun.

Samadikun ditangkap setelah melarikan diri di Tiongkok pada 22 April 2016 lalu. Dia terlibat dalam kasus BLBI. Dan, sempat dikabarkan memiliki perusahaan film di luar negeri. (Sam)

(sam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up