JawaPos Radar

Gratis! 7 Lokasi Ini Siapkan Beberapa Fasilitas Nonton GBT

30/01/2018, 12:33 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Gratis! 7 Lokasi Ini Siapkan Beberapa Fasilitas Nonton GBT
Warga menyaksikan gerhana matahari melalui teleskop di depan Gedung Planetarium, Kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (9/3). (Friederich Batari/JPNN.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rencananya akan menyediakan tujuh lokasi gratis untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total (GBT). Selain lokasi gratis, pemerintah juga menyediakan teropong bagi warga yang ingin melihat fenomena alam yang jarang terjadi itu.

Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan Disparbud DKI, Alberto Ali mengatakan, dalam menyambut fenomena langka gerhana bulan total yang jatuh pada Rabu (31/1), masyarakat dapat melihat di tujuh tempat wisata secara gratis.

"Kita ada tujuh destinasi yang kita koordinasikan untuk bisa dinikmati oleh wisatawan agar dapat menyaksikan fenomena alam yang cukup langka ini," kata Alberto saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (30/1).

Gratis! 7 Lokasi Ini Siapkan Beberapa Fasilitas Nonton GBT
Infografis gerhana (Kokoh Praba/ JawaPos.com)

Dia menerangkan, ketujuh destinasi wisatawan tersebut antara lain Planetarium Taman Ismal Marzuki, Monumen Nasional, Setu Babakan, Taman Fatahillah, Kepulauan Seribu, Taman Mini Indonesia Indah, dan Taman Impian Jaya Ancol.

Nantinya di tempat-wisata tersebut akan disediakan teropong dan giant screen untuk masyarakat. Namun, kata dia, pemakaian teropong serta giant screen akan diberlakukan pengaturan waktu khusunya di Taman Ismail Marzuki.

"Disediakan 4 sampai 5 kamera, teropong dan itu nanti ada juga giant screen untuk bisa disaksikan bersama-sama dan nanti pengunjung bisa melihat menggunakan teropong tapi waktunya diatur karena peminatnya cukup banyak di TIM," ungkapnya.

Nantinya, alat-alat tersebut dapat digunakan masyarakat untuk menyaksikan momen langka ini sejak dimulainya gerhana bulan sampai selesai. "Dari dimulainya gerhana bulan sampai selesai," pungkasnya.

Untuk diketahui, fenomena langka ini akan berlangsung pada tanggal 31 Januari 2018 diawali secara bertahap dengan gerhana sebagian, diikuti gerhana total dan gerhana parsial sampai bulan sepenuhnya terlepas dari bayangan bumi.

(ce1/eve/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up