JawaPos Radar

Dana Hibah Rp 40,2 Miliar Mensejahterakan Guru PAUD Jakarta

29/11/2017, 18:34 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Dana Hibah Rp 40,2 Miliar Mensejahterakan Guru PAUD Jakarta
PAUD (Dok. Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Polemik dana hibah yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) DKI Jakarta sebesar Rp 40,2 miliar di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2018 langsung diluruskan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Pasalnya, viral di media sosial, penyaluran dana hibah itu salah alamat.

Sehingga, netizen banyak yang mengecam kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Susi Nurhati, menegaskan bahwa rencana pemberian hibah ke Himpaudi sangatlah tepat. Pasalnya, selama ini Himpaudi belum pernah mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Oh ia dong jelas, ini kan kebijakan pak Gubernur. Kebijakan pak Gubernur untuk mensejahterakan guru-guru PAUD. Tentunya kita berharap dengan adanya peningkatan kesejahteraan ini maka mutu pendidikan di PAUD itu menjadi lebih bagus lebih optimal. Kalau misalnya bagus kenapa gak diterusin," kata Susi saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (29/11).

Dia menuturkan bahwa ada ribuan guru PAUD yang akan terbantu dengan adanya dana hibah tersebut. Karena selama ini, guru PAUD kurang diperhatikan oleh Pemprov DKI. "Sekarang Pemprov DKI membantu guru-guru PAUD, itu yang selama ini belum kita perhatikan, kita bantu kesejahteraan nya 500 perorang," ujarnya.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan Anak Usia Dini (Dapodik PAUD), terhitung sejak 29 November 2017, Guru Taman Kanak-Kanak (TK) sebanyak 8.047, Guru Kelompok Bermain (KB) 1.133, Guru Taman Penitipan Anak (TPA) 15, Guru Satuan PAUD Sejenis (SPS) 4.495 dengan total 13.690 Guru di DKI Jakarta. Nantinya dana ini akan digunakan sebagai apresiasi kepada guru PAUD sebanyak 500.000 per-orang.

Sementara itu, terkait kesalahan alamat yang menjadi viral di media sosial dari tertukarnya nomor RT/RW yang hendak dituju, Susi menyebut tidak ada keselahan alamat dari pihaknya. "Enggak, gak ada alamatnya salah. Yang salah kita bukan kita. Cuma beda RT/RW aja ketuker. Alamat kita fix kok bener sama kaya dinotaris," pungkasnya.

(eve/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up