JawaPos Radar

Atur Lalu Lintas, Polisi Rekrut Pak Ogah, IPW: Konsepnya Seperti Apa?

29/07/2017, 22:08 WIB | Editor: Ilham Safutra
Atur Lalu Lintas, Polisi Rekrut Pak Ogah, IPW: Konsepnya Seperti Apa?
Ilustrasi Pak Ogah (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pihak Polda Metro Jaya berencana memperdayakan "Pak Ogah" dalam mengatur lalu lintas. Perekrutan masyarakat sipil itu dengan alasan keterbatasan personel dari Ditlantas dalam mengatur kelancaran jalan raya.

Akan tetapi wacana ini menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, pemikiran itu jangan hanya sebatas wacana saja. Dan bila memang dilakukan, maka Polda Metro Jaya harus bertanggungjawab terhadap kinerja "Pak Ogah" itu selama di lapangan. Jangan sampai keberadaan pak Ogah malah menimbulkan kemacetan yang lebih parah.

Sebab, kata Neta, program seperti ini telah pernah dijalankan beberapa tahun lalu, tapi tak berjalan maksimal. "Polisi sudah pernah merekrut Pak Ogah. Dulu diberi rompi, dan pengarahan, tapi hanya sesaat," kata dia kepada JawaPos.com, Sabtu (29/7).

Akibat ketidakmaksimalan dari "Pak Ogah" memberikan pelayanan dan mereka tidak diacuhkan oleh pengendara, akibatnya program itu jadi berantakan.

Bila memang tetap akan merekrut "polisi cepek" itu untuk diperdayakan membantu mengurai kemacetan lalu lintas, ‎maka perlu konsep dan konsistensi Korps Bhayangkara.

Pasalnya berdasarkan pengalaman sebelumnya Pak Ogah yang direkrut polisi akhirnya kembali telantar. "Apakah hanya sekadar hangat-hangat tahi ayam seperti dulu. Jika tidak konsisten tidak akan ada gunanya," tandas dia.

Mantan calon anggota Kompolnas ini juga menyebut, bila polisi tidak konsisten memberdayakan Pak Ogah maka hanya akan menambah kesemerawutan baru yang nantinya akan terjadi ketika mereka tidak diurus lagi oleh polisi.

"Selama ini kelemahan dari konsep dan program Ditlantas Polda Metro adalah tidak konsisten dan tambal sulam. Setiap ganti komandan ganti konsep. Akibatnya tidak ada kesinambungan. Yang ada justru kesemerawutan di mana-mana," tuturnya.

(elf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up