JawaPos Radar

Mitra Nikahsirri.com Wajib Tes Keperawanan, Begini Kata Polisi

26/09/2017, 17:32 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Mitra Nikahsirri.com Wajib Tes Keperawanan, Begini Kata Polisi
Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menunjukan barang bukti kasus pornografi yang mellibatkan pemilik situs NIkahsirri.com (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Situs nikahsirri.com kontroversi karena menawarkan jasa lelang keperawan dan kawin kontrak. Aris Wahyudi, pemilik nikahsirri.com memberikan syarat tak wajar untuk mitranya. Salah satunya adalah tes keperawanan bagi perempuan. Untuk membuktikan keperawan, perempuan akan diperiksa tim medis.

Sedangkan untuk membuktikan seorang pria masih perjaka, Aris mengharuskan calon mitra melakukan sumpah pocong. Terkait hal itu, polisi masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut.

"Itu kan sebagai bentuk pemasarannya dia gitu ya, sampai sekarang saya belum mendapat tes keperawanan itu atau keperjakaan dengan hal itu," kata Diretur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/9).

Adi menuturkan, dalam hasil keterangan sementara dari pemilik situs yakni Aris Wahyudi. Mitra harus memenuhi peryaratan dari situs nikahsirri.com, salah satunya melampirkan pas foto. Hingga kini, polisi masih menelusuri siapa saja sosok mitra dibalik situs tersebut dan apakah ada kategori anak didalamnya.

"Syaratnya harus memenuhi pemilik situs. yang kita dapatkan sekarang dibuka peluangnya untuk siapa saja bisa menjadi mitra dengan mengisi beberapa persyaratan salah satunya menampilkan foto," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Polisi meringkus pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi pada Minggu (24/9) dini hari. Lantaran, situs jasa lelang perawan dan nikah siri tersebut mendapat kecaman dari elemen masyarakat dan pemerintah.

Atas kesalahannya Aris ditetapkan sebagai tersangka dengan disangkakan pasal berlapis, yakni Pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 Ayat (1) UU Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp1 miliar.

(cr5/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up