JawaPos Radar

Lewati Underpass, Penumpang di Stasiun Tebet tak Lagi Beradu Badan

26/07/2017, 14:06 WIB | Editor: Ilham Safutra
Lewati Underpass, Penumpang di Stasiun Tebet  tak Lagi Beradu Badan
Underpass Stasiun Tebet, Jakarta untuk akses perpindahan penumpang antar peron (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - PT KCJ terus meningkatkan pelayanannya di setiap stasiun untuk penumpang commuter. Setelah meresmikan underpass (terowongan bawah tanah) di Stasiun Manggarai, kini giliran Stasiun Tebet yang mengoperasikan akses penyeberangan penumpang tersebut.

Underpass Stasiun Tebet ini mulai dioperasikan sejak Senin (24/7) lalu. Keberadaan underpass ini terasa sangat membantu sekali terhadap penumpang yang menyeberadan antar peron.

Tangga menuju underpass cukup lebar muat untuk empat orang, sedangkan tangga dari arah lain dekat pintu keluar lebih lebar dua kali lipat. "Cukup empat orang lah, kalau yang dekat pintu keluar itu lebih besar bisa dua kali lipat. Tujuannya untuk menghindari bahaya." ujar Wakil Kepala Stasiun Tebet, Emil Mirza, Rabu (26/7).

Lewati Underpass, Penumpang di Stasiun Tebet  tak Lagi Beradu Badan
Underpass Stasiun Tebet, Jakarta untuk akses perpindahan penumpang antar peron (Dery Ridwansyah/ Jawa Pos)

Sebelumnya, di stasiun Tebet ini para penumpangnya KRL kalau berpindah peron harus berbondong bondong menyeberang melewati jalur rel kereta. Hal seperti tentunya berisiko kecelakaan. Terlebih lagi, jika tengah ada KRL yang berhenti, penumpang harus menunggu hingga KRL jalan, baru menyebrang.

"Kalau sebelum ada underpass kan rawan kecelakaan karena melewati jalur KA," kata Emil.

Menurut Dani, 25, seorang karyawan swasta, adanya underpass membuat perjalanannya lebih efektif. Karena sebelumnya, sering kali harus beradu badan dengan penumpang yang juga akan menyebrang ke arah lain secara bersamaan.

"Lebih enak pakai underpass. Nyaman juga tempatnya gede. Enggak terlalu pengap sih biasa aja. Lebih efektif gak nunggu-nunggu KRL lewat, terus bentrok sama yang mau nyeberang ke arah lain," ungkapnya pada JawaPos.com, Rabu (26/7).

Berbeda dengan Uci, 19, seorang mahasiswi, yang menganggap keberadaan underpass tidak terlalu efektif karena menuruni tangga menuju underpass pun membutuhkan waktu yang sama. Uci lebih menyarankan pembangunan pintu keluar ke arah Kampung Melayu agar ada alternatif untuk lebih cepat keluar stasiun.

"Sama aja sih pake underpass atau enggak. Cuma ya pegel sih, tangganya banyak. Yang kurang itu pintu gate-nya, cuma ada ke arah sana (Casablanca) sama aja bohong kalau mau kesitu (arah Kampung Melayu) nyeberangin jalur kereta dari luar lebih bahaya," ujarnya.

Pintu keluar Stasiun Tebet saat ini hanya ada satu, yaitu ke arah Casablanca. Maka penumpang KRL dari arah bogor yang turun di Tebet otomatis harus menyebrang jika ingin keluar. Hal tersebut juga yang membuat penumpang terkadang kesusahan sebelum dioperasikannya underpass.

Sedangkan Irma, 50, seorang ibu rumah tangga, dengan umurnya yang sudah lanjut usia mengaku tidak masalah dengan anak tangga yang cukup banyak. Meskipun disadari underpass memakan waktu yang lebih lama dan kurangnya pendingin udara.
"Kurang dingin aja di sini, cuma ada blower satu di tangga," tandas Irma.

(cr3/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up