JawaPos Radar

Efek Kekacauan Tiket Kertas

Mulai Calo Tiket Sampai Penumpang Naik Gratisan

24/07/2018, 01:00 WIB | Editor: Kuswandi
Penumpang kereta
Antrean pembelian tiket KRL Commuterline di Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (23/7). (Gloria/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dalam kontroversi pemakaian tiket kertas dengan harga flat Rp 3.000 pada penggunaan Kereta Rel Listrik (KRL) terdapat kericuhan di beberapa stasiun. Mulai dari dugaan adanya calo, dan masyarakat menerobos masuk dengan gratis.

VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa membenarkan hal tersebut. Ketika memantau Stasiun Depok, Jawa Barat, dirinya mendapati dua orang yang menjual tiket di luar loket penjualan.

"Pihak yang diduga sebagai calo dan mendapatkan tiket dari orang dalam katanya, tadi kita amankan, investigasi di ruang kepala stasiun. Bahkan ada saksi dari pihak pembeli yang mengakui adalah pelanggan korannya," terang Eva di Kantor PT KCI, Jakarta Pusat, Senin (23/7).

Eva menjelaskan pada awalnya orang yang diduga calo diminta tolong oleh pelanggannya untuk membeli tiket, sekalian memberikan insentif. Oknum tersebut pun melanjutkan aksinya dengan membeli 7 tiket lagi, sambil menjajakan koran dirinya pun menawarkan tiket.

"Dia tidak menarifkan bahwa tarifnya Rp 5.000 tapi pasti pelanggannya memberikan insentif.Dalam konteks itu kan kita tidak bisa memberikan sanksi ke pelanggan maupun yang bersangkutan," terang Eva.

Namun atas kejadian tersebut, Eva menegaskan tidak ada penjualan dalam jumlah besar yang dilakukan pihak KCI di luar penjualan loket. Kejadian tersebut murni atas inisiatif penjual koran dan pelanggannya.

"Jadi pembelinya yang memberikan langsung ngasih Rp 5000 ambil. Ya pembeli juga bilang sekalian beli koran akhirnya Rp 10.000 saya kasih dia sekalian berikan tiket. Hanya 2 orang dan mereka membeli 50 tiket dari dalam," terangnya.

Menurut Eva, ketika pengguna jasa enggan mengantri dan menyuruh orang untuk membeli dan memberikan insentif itu menjadi hak dari pengguna jasa. Begitupula di Stasiun Bogor, yang ramai diperbincangkan karena ada warga yang menerobos masuk agar bisa gratis.

"Jadi di stasiun Bogor jumlah penumpangnya padat, jadi tidak ada yang digratiskan. Tapi memang ada beberapa orang yang memaksa masuk sehingga lolos saja begitu saja padahal ada yang berjaga," tandasnya.

Eva meminta untuk para pengguna jasa KRL dapat bekerjasama menciptakan kedamaian, tidak membuat tindakan anarkisme. Mewakili KCI, dirinya memaklumi ketidaknyamanan penumpang tetapi dirinya tetap mengimbau agar masyarakat dapat terus menciptakan suasana yang kondusif ke depannya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up