JawaPos Radar

JKT48 Jadi Penyemangat Farhan Hadapi Bully di Gunadarma

24/07/2017, 20:14 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
JKT48 Jadi Penyemangat Farhan Hadapi Bully di Gunadarma
Farhan dengan tiket konser tunggal Tim KIII Jangan Kasih K3ndor (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com – Banyak cara untuk mencari sumber semangat dalam menghadapi sebuah masalah. Muhammad Farhan, korban bullying mahasiswa Universitas Gunadarma misalnya, dia menjadikan lagu dari grup idola JKT48 sebagai penyemangat. Meski, belum pernah sekalipun dia menonton langsung penampilan 65 gadis energetik itu.

 

 

JKT48 Jadi Penyemangat Farhan Hadapi Bully di Gunadarma
Farhan membaca buku Laptime JKT48 Lima Tahun Penuh Cerita. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Kecintaan Farhan terhadap JKT48 terlihat saat dia melakukan interview dengan beberapa media. Dia sempat ketahuan memegang buku Laptime JKT48 Lima Tahun Penuh Cerita. Saat Jawa Pos ke sana pada Minggu (23/7), Farhan masih membawanya. Cover buku berwarna biru gelap itu sampai lecek. Pertanda sering dibaca.

 

 

’’Buku favoritku. Sudah lebih dari lima kali dibaca,’’ katanya pada JawaPos.com. Dari buku itu, Farhan memberikan coretan-coretan yang dia anggap penting. Misalnya, tanggal suatu momen, atau pernyataan member JKT48. Tujuannya satu: untuk lebih mudah mengingat momen penting itu.

 

Sister group pertama AKB48 di luar Jepang itu disebutnya punya banyak arti bagi Farhan. Mengikuti JKT48 sejak SMP, atau sejak kemunculan generasi pertama pada akhir 2011, anak bungsu itu mengaku sudah suka. Sebab, banyak lirik lagu yang cocok dengan hidupnya.

 

 

’’Aku suka lagu RIVER, Beginner, Hanya Lihat ke Depan, dan Angin Sedang Berhembus,’’ akunya. Khusus lagu Angin Sedang Berhembus, dia menyebut tidak hanya suka pada lagunya. Tetapi juga video musik yang menjadi paling disukanya. Dia tahu video itu diambil di kawah putih, Ciwidey, Bandung tapi tak pernah ke sana juga.

 

 

River menjadi single andalannya karena Farhan butuh semangat untuk menghadapi berbagai rintangan. Dari informasi yang didapat selama ini, Farhan sudah mendapat bully sejak masuk kuliah. Saat ini, dia sudah semester dua dengan sedang menghadapi ujian akhir. Itu artinya, dia di-bully hampir setahun.

 

 

’’Lagunya, selalu memberi semangat. Supaya tidak berhenti belajar,’’ katanya. Pasca aksi bullying terhadap dirinya viral, dan orang tuanya khawatir akan keselamatan puteranya, ada usulan untuk memindahkan Farhan dari Gunadarma. Tapi, dia selalu menenangkan orang tuanya bahwa dirinya tidak apa.

 

 

Seperti dalam lirik lagu itu, pendengar diminta untuk membuang keraguan, menunjukkan nyali, dan tidak ragu, karena harus percaya dengan diri sendiri. Farhan juga seperti itu, dia percaya dengan dirinya. Itulah kenapa, dia tetap ingin bisa lulus dari Gunadarma.

 

 

Walau, jika perkara bully itu tidak pernah terungkap, dan dirinya akan terus menjadi sasaran. Tiga lagu lain yang disuka Farhan juga memiliki muara yang sama. Untuk tidak khawatir atau takut. ’’Luka dari ingatan akan menjadi bekas luka. Di dalam kesakitan akan terlahir kebaikan,’’ begitu penggalan lirik lagu Angin Sedang Berhembus.

 

 

Semenjak viralnya video aksi bully terhadap dirinya, Farhan sepertinya butuh dosis lebih untuk mencari penyemangat. Itulah kenapa, orang tua dan kakaknya bilang dia makin lengket dengan buku itu. Selalu dilihatnya dan diberi coretan. Dia sangat gembira, ketika JawaPos.com bersama Dhimas Ginanjar, penulis buku itu.

 

 

Banyak yang dia tanyakan. Terutama, soal bagaimana proses buku itu ditulis, dan pengalaman menarik selama meliput JKT48. Farhan makin girang, sebab K3 Alliance, fanbase dari Tim KIII JKT48 yang ikut kerumahnya memberikan kejutan. Yakni, tiket menonton konser Tim KIII yang berjudul Jangan Kasih K3ndor pada 29 Juli di Gedung Basket Indoor Seskoal, Jakarta Selatan.

 

 

’’Pingin banget lihat konser mereka,’’ katanya. Jika Farhan jadi nonton konser itu, bakal menjadi pengalaman pertamanya nonton JKT48 secara langsung. Selama ini, dia hanya tahu idolanya melalui televisi, Youtube, maupun media sosial seperti Twitter. Farhan mengaku, selalu mengikuti mereka.

 

 

Farhan tidak pernah menonton langsung karena tidak diperbolehkan keluar sendiri terlalu jauh. Kecuali ke kampusnya. Bahkan, dia belum pernah ke Teater JKT48 yang ada di lantai 4 FX Sudirman. ’’Belum pernah sama sekali,’’ terangnya.

 

 

Dia sangat ingin menonton konser Jangan Kasih K3ndor karena itu kesempatan terbaiknya untuk bertemu tim favoritnya. Selama mengikuti JKT48, pilihannya jatuh pada tim KIII karena punya semangat luar biasa. Semangat itu yang membuat KIII bisa menunjukkan pertunjukan yang keren.

 

 

Selain itu, konser tersebut juga menjadi sarana baginya untuk bertemu dengan oshimen (member yang paling didukung). Farhan mengaku penggemar berat Kapten Tim KIII Ratu Vienny Fitrilya. Bahkan, dia sempat menangis ketika melihat video perjuangan Vienny saat berhasil mendaki ke puncak Gunung Semeru.

 

 

’’Buat Kak Vienny semangat ya belajar dan di konser nanti. Tim KIII harus bisa maju lagi, lebih terkenal lagi, harus lebih hebat dari Tim J dan T, serta punya setlist baru,’’ pesan dia untuk Vinny sebelum dia tersenyum dan mengakhiri obrolan dengan JawaPos.com.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up