Tiket KRL Kembali Ke Kertas, Antrean Penumpang Mengular

23/07/2018, 09:49 WIB | Editor: Imam Solehudin
Antrean pembelian tiket KRL Commuterline di Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (23/7). (Reyn Gloria/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - PT KAI Commuter Indonesia (KCI) hingga kini masih melakukan pemeliharaan sistem e-ticketing. Imbasnya, mulai Senin (23/7), tiket elektronik ditiadakan sementara alias berganti ke tiket kertas.

Pantauan JawaPos.com di Stasiun Palmerah, pergantian sistem tiket tersebut berimbas pada antrean penumpang. Warga yang biasannya hanya tinggal men-tap kartu untuk masuk ke stasiun, kini harus mengantre membeli tiket kertas.

Hingga pukul 07.11, antrean mencapai 2-3 meter. Terlihat di sebelah loket tiket, disediakan loket tambahan yang hanya bermodalkan kursi dan meja kecil beserta uang receh. Hal ini dilakukan guna mempercepat transaksi.

"Ya sejauh ini ramai memang, tapi masih bisa tertangani. Kalau antrian panjang jelas tidak bisa dipungkiri, tapi kami akan usaha terus agar tidak terjadi penumpukan," terang petugas loket Stasiun Palmerah, Sidik saat ditemui di lokasi, Senin (23/7).

Suasana di Stasiun Palmerah, Senin (23/7). (Reyn Gloria/JawaPos.com)

Untuk mempercepat transaksi tiket, lanjut Sigit, pihaknya sudah mengantisipasinya dengan menyediakan uang kembalian. "Kami juga mengimbau agar penumpang menyediakan langsung uang pas Rp 3000, supaya mempercepat transaksi," jelas dia.

Seorang siswa SMA Negeri 16 Jakarta, Dian mengaku telah mengetahui kabar tiket kertas dari sosial media. Maka dirinya mengambil waktu lebih pagi dari biasanya untuk menghindari antrian panjang pembelian karcis.

"Saya rumahnya di Palmerah, tapi ini baru pulang dari Rumah Eyang makanya berangkat sekolah dari Depok. Membludak banget penumpangnya soalnya arah penumpang keluar sama masuk itu kayak barengan jadi wah parah deh," jelas Dian.

Dirinya mengakui walaupun ramai, Stasiun Palmerah masih dikatakan normal dibandingkan Stasiun Citayam dan Depok. Pasalnya, karena ukuran stasiun yang kecil membuat penumpang pun tumpah ruah.

"Aku kan biasanya pake Kartu Multi Trip (KMT), sempat kesal juga sih sudah mahal-mahal ngisi, nyetok. Eh akhirnya beli cash juga, males aja. Cepat benar aja itu tap gatenya supaya nggak gini kasihan yang kerja," tutur siswa kelas 2 SMA tersebut.

Adapun perbaikan sistem e-ticketing tersebut sudah dilakukan sejak Sabtu (21/7). Belum ada informasi kapan update sistem tiket KRL Commuterline rampung.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi