alexametrics

Situasi Tak Kondusif, Stasiun Kereta Tanah Abang dan Palmerah Ditutup

22 Mei 2019, 19:18:21 WIB

JawaPos.com – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) masih memberlakukan penutupan akses keberangkatan maupun kedatangan di stasiun Tanah Abang dan Palmerah, Rabu (22/5). Langkah tersebut diambil karena situasi sekitar kedua stasiun tersebut dinilai masih belum aman.

Diketahui, hingga malam ini, aksi unjuk rasa penolakan hasil pemilu yang dilakukan oleh ribuan massa di Kantor Bawaslu, Jakarta, masih terus berlangsung. Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba menyatakan, kebijakan tersebut diambil sampai situasi benar-benar dinyatakan kondusif.

“Kami masih memantau terus dan akan kami sampaikan kalau sudah ada update-nya,” kata Anne ketika dihubungi JawaPos.com, Rabu (22/5).

PT Kereta Commuter Indonesia melakukan rekayasa pola operasi dan pelayanan KRL yang akan melewati maupun bertujuan ke Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang. Dengan rekayasa ini untuk sementara KRL dari arah Stasiun Rangkas Bitung / Maja / Parung Panjang / Serpong tidak melayani naik turun pengguna di Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang. Sementara itu KRL loop line relasi Bogor/ Depok / Nambo – Duri/ Jatinegara hanya beroperasi hingga Stasiun Manggarai.

“PT KCI memohon maaf atas rekayasa pola operasi dan pelayanan yang berlaku sementara ini. Rekayasa tersebut perlu diambil setelah mempertimbangkan perkembangan situasi di sekitar Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Palmerah. Langkah ini juga diambil karena KCI mengutamakan keselamatan para pengguna KRL,” ujar Anne.

PT KCI menyarankan para pengguna dari arah Rangkas Bitung / Maja / Parung Panjang / Serpong untuk turun di stasiun selain Palmerah maupun Tanah Abang. Sementara para pengguna KRL loop line yang bertujuan Stasiun Sudirman, Karet, Tanah Abang, Angke, Kampung Bandan hingga Jatinegara kami imbau untuk dapat menggunakan moda transportasi alternatif lain.

Sebelumnya, VP Public Relations KAI Edy Kuswoyo menyatakan sempat terjadi pelemparan batu ke atap Stasiun Tanah Abang pada Selasa (22/5) pagi. Pelemparan datang dari arah massa perusuh di sekitar Stasiun Tanah Abang. Kendati demikian, tidak terdapat korban luka pada kejadian ini.

“KAI menyesalkan kejadian ini karena pelemparan ke arah stasiun tidak hanya dapat merusak fasilitas stasiun dan kereta, namun juga dapat melukai penumpang yang sedang ada di area stasiun,” ujar Edy Kuswoyo dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos, Rabu (22/5).

Edy juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pelemparan dan perusakan terhadap fasilitas perkeretaapian. Sebab dengan terganggunya operasi kereta api, maka juga dapat menggangu aktivitas perekonomian masyarakat. Apalagi, KAI menjadi fasilitas publik yang digunakan oleh 1 juta penumpang per harinya.

“KAI berharap agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan penuh ketertiban, dan tidak mengganggu pelayanan serta fasilitas kereta api di sekitarnya,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, aksi unjuk rasa penolakan hasil pemilihan presiden yang dilakukan oleh massa yang menamakan ‘Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat’ telah berlangsung sejak Selasa (21/5) kemarin. Ribuan pendukung Prabowo-Sandi tersebut menuntut kejelasan terkait kecurangan pemilu 2019.

Berdasarkan informasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, korban jiwa dari bentrokan aparat dan unjuk rasa mencapai 6 orang. Sedangkan korban luka-luka sekitar 200 orang. Data tersebut merupakan terbaru pukul 09.00 WIB.

Korban meninggal dan luka-luka sendiri tersebar di sejumlah rumah sakit. Antara lain Rumah Sakit Pelni, Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads