JawaPos Radar

Kasus Dugaan Pemukulan oleh Politisi HH

Brutal, Dua Anak Korban Nangis Histeris Saat Ayahnya Dikeroyok

21/06/2018, 23:25 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Korban Pemukulan
Korban pengeroyokan yang diduga dilakukan Herman Herry saat datang ke Polres Jakarta Selatan. (Sabik/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Suami istri Ronny Yuniarto dan Iris Ayuningtias mengaku menjadi korban tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh legislator PDI Perjuangan Herman Herry. Aksi brutal itu parahnya dilakukan di depan dua anak korban yang masih kecil.

Kuasa hukum korban, Febby Sagita mengatakan saat kejadian tersebut, dua anak korban menangis histeris melihat orangtuanya dipukuli. Tindak kekerasan itu, diakui Febby telah menyisakan luka traumatik bagi anak-anak.

Herman Herry
Anggota DPR dari Fraksi PDIP Herman Herry dilaporkan polisi karena dugaan kasus pengeroyokan di Pondok Indah. (Ist/JawaPos.com)

"Putra putri korban tidak mendapat kekerasan, tapi mereka melihat langsung kejadian tersebut dan nangis histeris. Sekarang memang belum kelihatan dampaknya, tapi dikemudian hari akan jadi sesuatu buat mereka," ujar Febby di Polres Jakarta Selatan, Kamis (21/6).

Guna memulihkan kondisi psikis anak-anak itu, kuasa hukum berencana untuk menemui Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dari pengalamannya menangani kasus serupa diharapkan dapat memberikan jalan keluar kepada keluarga korban.

"Kami akan konsultasi ke KPAI, pihak keluarga juga sudah menyarankan untuk bertemu psikiater, untuk mengetahui seberapa besar trauma yang diderita anak korban. Sehingga kami bisa tahu kemana arah terapinya," terang Febby.

Sementara itu, keadaan histeris juga turut dibenarkan oleh Iris Ayunungtias. Menurutnya, bukan hanya anak-anaknya yang menjerit-jerit, namun asisten rumah tangganya pun ikut menangis.

"(Saya pada waktu itu) bukan nangis lagi, apalagi saya ngeliat anak-anak saya. Pembantu saya aja nangis. Bayangin anak-anak nangis jerit-jerit, dia melihat dari dalam mobil (orangtuanya dikeroyok)," tambah Iris.

Sedangkan sesaat setelah kejadian berlangsung, Ronny yang kala itu baru saja dipukuli ketika menemui anaknya kondisinya sangat memprihatinkan. Kedua anaknya terlihat sangat ketakutan.

Hal itu, lanjut Febby yang sangat menyanyat hati Ronny. Bahkan ia harus berusaha menjelaskan situasi yang terjadi agar dua buah hatinya tak mengalami trauma kepanjangan.

"Setelah kejadian saya harus menghampiri anak-anak. Saya merenung diam, saya harus jelasin satu-satu mukanya sedih sekali. Dia ngeliat orang tuanya diinjak-injak, dipukuli tapi saya harus menberitahukan kenapa, ada apa, ya begitu beratnya, itu berat sekali buat saya ngeliat sosok anak luar biasa berat," pungkas Ronny.

Saat ini kondisi dua buah hatinya disebut berangsur membaik. Trauma perlahan hilang. Ronny dan keluarga terus memicu semangat anak-anaknya agar bisa melupakan kejadian brutal tersebut.

Sementara itu, Politikus PDIP Herman Hery belum bersuara tentang peristiwa pemukulan yang diduga dilakukannya bersama ajudan kepada seorang pengemudi mobil di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (10/6) lalu.

Menurut Petrus Selestinus yang merupakan Kuasa Hukum Herman Herry, kliennya saat ini sedang berada di Amerika Serikat. "Posis Dia [Herman] berada di luar negeri sebelum hari raya Idul Fitri," katanya, Kamis (21/6).

Namun, Petrus tidak merinci secara pasti tanggal kepergian kliennya ke Amerika Serikat. Idul Fitri jatuh pada 15 Juni 2018. Kata Petrus, Herman tidak berada di lokasi saat kejadian penganiayaan terjadi.

Namun, Petrus enggan berkomentar soal informasi yang menyebut pelaku penganiayaan terhadap Ronny Yuniarto adalah adik Herman Hery. Ia hanya meminta Ronny tidak mengaitkan Herman secara sepihak dalam peristiwa penganiayaan tersebut.

"Harusnya dia (Ronny) persoalkan orang itu, jangan dia persoalkan Herman Hery," ujar Petrus.

Usai menganiaya, Ronny menyebut Herman dan ajudannya meninggalkan lokasi kejadian. Ronny beserta istrinya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Laporan itu tercatat pada tanda bukti lapor nomor: LP/1076/VI/2018/RJS tanggal 11 Juni 2018. Ronny yang menjadi korban melaporkan tindak pidana pengeroyokan dengan dugaan pelanggaran pasal 170 KUHP.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up