alexametrics

Di TPS RSCM Pasien Kecewa Tak Bisa Memilih

20 April 2017, 06:08:30 WIB

JawaPos.com – Belasan dokter dan perawat menyalurkan hak suaranya pada Pilgub DKI putaran kedua di tempat pemungutan suara (TPS) 15, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, lobi Gedung A Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). TPS baru dibuka tepat pukul 07.00.

“Ada 339 orang dalam daftar pemilih tetap di TPS 15,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Safaruddin di Gedung A RSCM, kemarin (19/4).

Daftar pemilih tetap (DPT) di RSCM hanya terdiri atas pegawai rumah sakit, baik petugas medis maupun nonmedis, terutama yang masih bertugas hingga kemarin.

Sedangkan pasien dan keluarga pasien yang membawa formulir A5 (surat keterangan pindah memilih) atau C6 (undangan) bisa memilih setelah dipastikan oleh KPPS RSCM. Salah satu pasien yang bisa memilih adalah Priatna.

Warga Jakarta Barat itu bisa memilih, setelah menunjukkan formulir A5 kepada petugas KPPS. “Saya cukup datang ke kelurahan, tukar C6 dengan A5,” jelasnya tentang bagaimana dirinya mendapatkan form A5.

Ketika TPS mulai dibuka pukul 07.00, sempat terdapat perbedaan jumlah surat suara yang diterima panitia dalam pemeriksaan surat suara di depan saksi pasangan calon dan pengawas TPS. Sementara itu, ada juga pasien yang tidak bisa memilih dalam Pilkada DKI Jakarta, kemarin.

Beberapa pasien dan keluarga kecewa tak bisa menggunakan hak pilihnya di RSCM karena terbelit peraturan. Salah satunya adalah seorang pasien dengan penanganan kemoterapi dari Meruya, Jakarta Selatan. Martini tidak diperbolehkan nyoblos di TPS 15.

Panitia tidak mengizinkan dia memilih karena tidak membawa surat A5, surat keterangan pindah untuk memilih yang diurus di kelurahan domisili. Meski sudah memohon, ibu dua anak itu tetap tidak diizinkan. Sehingga dia kembali ke kamar inap dengan perasaan kecewa.

“Saya baru masuk kemarin (Selasa (18/4). Jadi saya nggak sempat urus form, sangat tidak akomodatif,” keluhnya, sambil melenggang pergi.

Sementara itu, panitia mengaku tak bisa melanggar ketentuan jika pemilih tak memiliki surat A5. Hal ini diakui Komisioner KPU Arief Budiman yang melakukan peninjauan ke RSCM.

Menurut Arief, surat A5 merupakan kewajiban yang mesti ditaati pemilih. “A5 itu kewajiban karena diatur regulasi, kalau bertindak di luar regulasi nanti malah jadi masalah hukum,” kata Arief.

Arief menjelaskan, jika tidak memiliki surat A5 maka akan terjadi pencatatan ganda. Surat A5 berfungsi untuk menghapus nama pemilih di TPS asal dan dipindah ke TPS lain. “Kami bukan tidak mau melayani, tapi harus sesuai prosedur. Dengan syarat mekanisme harus terpenuhi,” ujar Arief.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat RSCM Sulastin menuturkan, pihaknya masih menghitung jumlah pasti pasien yang akan memberikan suaranya di rumah sakit. “Di rumah sakit kan peralihan pasien cepat. Pasien yang akan memberikan suara dipastikan terdaftar sebelum pukul 13.00,” jelasnya. (ibl/yuz/JPG)

Editor : Yusuf Asyari


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Di TPS RSCM Pasien Kecewa Tak Bisa Memilih