alexametrics

Rebut Pistol Polisi, Bandar Sabu Nigeria Ditembak Mati

19 Agustus 2017, 07:17:06 WIB

JawaPos.com – Warga Negara Negiria, Abudu Michael terpaksa ditembak mati polisi karena melawan saat hendak ditangkap. Temannya bernama Eni Ndukwe berhasil ditangkap hidup-hidup berikut barang bukti 71 kapsul sabu-sabu. Keduanya merupakan sindikat peredaran sabu Afrika Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, awalnya pada Selasa malam (15/8) Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap Eni Ndukwe yang kedapatan menyimpan sabu-sabu di dalam perutnya untuk mengecoh petugas.

Saat itu, Eni baru saja tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah melakukan penerbangan dari benua Afrika. Namun, lantaran petugas bandara curiga saat Eni melintasi pintu X-Ray dan langsung mengamankannya.

Begitu ditangkap, polisi langsung memeriksa Eni serta mengeluarkan 71 butir kapsul berisi shabu-shabu yang ditelannya itu. Kepada penyidik, Eni mengakui kalau ada seorang temannya sesama Warga Negara Nigeria bernama Abudu Michael yang sudah tiba lebih dulu di Jakarta. Abudu sedang menginap di Hotel Peninsula di Jalan Letjen S Parman Slipi Jakarta Barat.

Keesokan harinya, Rabu (16/8) pagi, reserse anti narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta langsung mendatangi hotel yang dimaksud. Setelah berkoordinasi dengan pihak hotel, polisi langsung menyergap Abudu saat beranjak hendak beranjak dari kamar hotelnya.

Ketika itu juga Abudu beserta tas jinjingnya langsung dimasukkan ke dalam mobil polisi untuk selanjutnya dibawa ke Mapolres Soekarno-Hatta.

”Namun saat di dalam mobil ketika dalam perjalanan menuju Polres Bandara, dia tiba-tiba berontak dan melawan hendak melepaskan diri. Dia juga sempat merampas senjata api anggota kami yang duduk mengapit dia di dalam mobil. Karenanya terpaksa diambil tindakan tegas saat itu juga di dalam mobil tersebut,” ujar Kombes Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/8).

Beberapa peluru yang ditembakkan polisi langsung merobohkan Abudu yang bertubuh tinggi besar itu. Abudu tewas saat hendak diselamatkan ke rumah sakit.

Saat polisi menggeledah isi tasnya, ditemukan 68 butir kapsul shabu-shabu yang diselundupkan dengan cara yang sama seperti Eni ke negara ini oleh Abudu, yakni dengan cara ditelan.

Menurut Argo, saat hendak ditangkap Abudu memang berencana check out dari hotel tersebut untuk berpindah ke hotel lain. ”Memang di aturan mereka seperti itu, kalau dalam semalam temannya tidak datang maka wajib berpindah hotel,” ungkap Argo dilanssir Indopos (Jawa Pos Group).

Ia melanjutkan, dalam pengembangan berikutnya polisi kembali menangkap seorang WNI berinisial BK. Peranan BK ini sebagai kurir shabu dari Eni dan Abudu dengan bayaran 2 ribu dolar AS setiap kali ditugaskan mengantar. BK ditangkap setelah dipancing Eni yang sudah lebih dulu ditangkap untuk menemuinya.

Dalam penangkapan ini polisi menyita 139 kapsul shabu-shabu seberat 2,3 kg atau senilai sekitarRp 3,5 miliar. Turut disita dua buku passport dan tiket pesawat pulang pergi. Eni dan BK dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (yuz/jpg/JPC)



Close Ads
Rebut Pistol Polisi, Bandar Sabu Nigeria Ditembak Mati