JawaPos Radar

Publik Jakarta Dihibur Festival Sembako

18/04/2017, 12:18 WIB | Editor: Ilham Safutra
Publik Jakarta Dihibur Festival Sembako
()
Share this image

JawaPos.com - Di tengah masa tenang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, publik ibu kota seperti mendapatkan suguhan murah meriah dan menyelamatkan isi dapur, yakni festival sembako. Akan tetapi siapa pemberi sembako kepada rakyat jelata itu hingga kini belum ada pihak yang bertanggungjawab. Dugaan dan sinyalemen pelaku tidak pernah terungkap ke publik.

Hal ini membuat mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto gusar. Menurut dia, Jakarta nyaris “luluh lantak”, “bertekuk lutut”, dihina-dinakan akal budi dan nuraninya.

Walau tidak menunjuk langsung, Bambang Widjojanto melihat festival sembako itu diduga dilakukan salah satu pasangan calon atau tim suksesnya. Politik sembako itu berbalut dengan politik uang, disertai fitnah berjubah perilaku manipuatif.

"Ini disertai dengan masifnya sinyalemen yang memertanyakan netralitas kekuasaan, “menyerbu” seantero Jakarta, dilakukan secara “brutal”, bertubi-tubi, tanpa jeda dan mengoyak-ngoyak jagad labirin Kota Betawi," ujar pria yang biasa disapa BM itu, Selasa (18/4).

Menurutnya, politisasi sembako yang diduga dilakukan oleh salah satu calon dan jaringan sindikasinya, terjadi begitu “kasat mata”, “telanjang” dan nyaris tanpa malu. "Serendah inikah kualitas demokrasi yang hendak diperjuangkan?" ungkapnya lagi.

Bagi mantan pimpinan KPK yang pernah dikriminalisasi itu, sepertinya upaya itu hanyalah upaya untuk mencapai kemenangan semu. Seolah-olah kemenangan hanya ditentukan oleh “kuasa kebejatan” tanpa campur tangan “kuasa langit” yang padanya segala ridha, rahmat dan hidayah berasal dari NYA.

Dia menyebutkan, hingga malam hari kemarin, hampir seluruh pelosok kampung, hari-hari tenang, tiba-tiba, berubah drastis dan “bergejolak”, karena ada festival bagi-bagi sosial sembako. "Publik mahfum, siapa pelakunya?" sebut dia.

Cara seperti ini, katanya, bagian cara dari untuk melucuti dan menipur rakyat kecil, khususnya kaum perempuan, wanita lansia. Akibatnya rakyat kecil terus menerus menjadi miskin dan sebagiannya, “dimiskinkan”.

Padahal di Pilkada ini rakyat kecil di Ibu Kota justru sangat memerlukan lapangan kerja yang bersifat permanen, bukan sekadar “gula-gula”, seperti sembako murahan.  "Kita justru kian sadar, fesvifal sembako murahan itu, justru menjelaskan watak asli dari pelaku dan kekuasaan yang berpihak pada “kuasa kegelapan”, karena menghargai para pemilih dan warga Jakarta, hanya selevel sembako murahan," tandasnya. (iil/JPG)

Alur Cerita Berita

PPP: Selamat untuk Rakyat Jakarta 18/04/2017, 12:18 WIB
Prabowo Curi Tiket Pilpres 2019 18/04/2017, 12:18 WIB
PKS: Selamat Datang Gubernur Baru 18/04/2017, 12:18 WIB
Doa Putra Sulung Ahok di Pilkada DKI 18/04/2017, 12:18 WIB
Di TPS Ini Anies-Sandi Zonk! 18/04/2017, 12:18 WIB
Banyak TPS Kekurangan Kertas Suara  18/04/2017, 12:18 WIB
Ernest Prakasa: Maaf ya Pak Djarot 18/04/2017, 12:18 WIB
Harapan Anies Baswedan di Pilgub DKI 18/04/2017, 12:18 WIB
Patrialis Akbar Ikut Nyoblos di KPK 18/04/2017, 12:18 WIB
Wapres Nyoblos di TPS Ala Betawi 18/04/2017, 12:18 WIB
Nyoblos, Jakarta Lengang 18/04/2017, 12:18 WIB
Enam Orang Tahanan Nyoblos di KPK  18/04/2017, 12:18 WIB
Ahok-Djarot Siapkan Jurus Maut 18/04/2017, 12:18 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up