Developer Hunian Perlu Cermati Strategi Pemasaran

17/08/2018, 08:00 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Praktisi branding properti, Widodo saat sharing pengetahuan, Rabu (15/8) (Istimewa)
Share this

JawaPos.com – Developer yang tengah menjalankan pembangunan hunian apartemen dan perumahan perlu memiliki strategi pemasaran. Tidak semua developer sukses memasarkan produknya. Akibatnya, mereka gagal serah terima kepada konsumen. Karena itu, developer perlu bermodal strategi pemasaran yang tepat untuk menghasilkan efektivitas pembangunan hunian.

Praktisi branding properti Widodo menuturkan, developer yang memiliki data calon konsumen memiliki efektivitas yang berbeda. Sebab, hal itu akan mempermudah komunikasi untuk pemasaran meski apartemen tersebut bisa dibeli orang mana saja. Namun, calon konsumen umumnya mengincar proyek apartemen yang tak jauh dari kediamannya. Yakni, minimal radius 5 kilometer. ’’Developer juga harus memahami konten yang akan dikomunikasikan. Misalnya, masalah warna atau desain marketing tools itu harus sesuai harga apartemen yang dijual,’’ ujarnya, Rabu (15/8).

Dalam upaya implementasi strategi pemasaran, kata Widodo, aktivitas kegiatan marketing perlu diutamakan. Salah satunya, menggelar penjualan langsung dengan skema mengadakan kegiatan pemaparan di pusat perbelanjaan. Kegiatan special event seperti itu merupakan upaya agar tim sales mengundang calon konsumen dengan mudah.

Praktisi branding properti, Widodo saat sharing pengetahuan, Rabu (15/8) (Istimewa)

Selain itu, menyiapkan suasana ruangan lobi marketing yang didukung dengan tema yang sedang diterapkan. Menurut Widodo, strategi tersebut dapat efektif jika kemudian melaksanakan evaluasi. Hal itu dilakukan untuk mengukur perkembangan kegiatan promosi agar biaya yang dikeluarkan tidak terbuang percuma.

Widodo menganjurkan, kegiatan promosi perlu menggandeng media untuk memproduksi pemberitaan produk. Relasi dengan media perlu dibina karena dapat menyampaikan progres pembangunan. ’’Idealnya, setiap bulan agar dibuat materi release untuk diberikan. Tujuannya, produk properti yang dipasarkan masih eksis,’’ jelasnya.

Selain itu, developer perlu membuat website resmi yang berisi informasi produk yang tengah dipasarkan. Strategi tersebut perlu dilakukan. Sebab, pengguna internet sekitar 140 juta jiwa. Digitalisasi informasi berpeluang menemukan calon konsumen. Begitu juga promosi melalui akun media sosial developer.

Kendati demikian, kemampuan tim sales tak kalah penting dari seluruh strategi pemasaran. Menurut Widodo, tim sales perlu militan untuk menari calon konsumen. Karena itu, agar muncul sales yang berkualitas, setiap developer perlu mengadakan pelatihan mengenai produk apartemen. ’’Training ini agar produk yang ditawarkan benar-benar terjual dengan baik,’’ terangnya.

yay/co4/gum/arm

Berita Terkait

Rekomendasi