JawaPos Radar

Pemuda Tewas Bersimbah Darah Diserang Kelompok Bersenjata Tajam

16/12/2017, 00:55 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Pemuda Tewas Bersimbah Darah Diserang Kelompok Bersenjata Tajam
Ilustrasi. (Istimewa.)
Share this image

JawaPos.com - Abdul Mustakim tewas bersimbah darah setelah menjadi korban pembacokan di kawasan pemukiman di Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (15/12) dinihari. Pria berusia 23 tahun merenggang nyawa setelah mengeluarkan banyak dari akibat luka sekujur tubuhnya.

Mendengar keluarganya menjadi korban kekejian sekelompok tak dikenal, keluarga Abdul merasa kehilangan. Bahkan, kedua orang tua korban tak hentinya menangisi kepergian putranya. Korban meninggal saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Cengkareng Jakarta Barat.

Korban tewas setelah terkena sabetan senjata tajam dibagian dada dan perut. Pihak keluarga masih tidak percaya, Abdul meninggal dengan tidak wajar. Aseli, ayah korban mengatakan, saat itu sekira pukul 02.00 WIB, putranya sedang duduk berkumpul dengan teman-temannya dilokasi yang tidak jauh dari rumah.

Tiba-tiba saja putranya diserang oleh sekelompok pemuda dengan membawa senjata tajam dan kayu. "Saat itu anak saya lagi ngumpul sama teman temannya. Tiba diserang sekelompok tidak dikenal dengan senjata tajam dan kayu, " kata Aseli, Jumat (15/12).

Menurut dia, di saat teman-temannya lari menyelamatkan diri saat diserang, namun korban tidak sempat melarikan diri. Akibatnya, Abdul menjadi sasaran sekelompok pemuda tersebut. Meski sempat dilarikan ke RSUD Cengkareng, namun nyawa putranya tidak dapat diselamatkan.

"Saya menduga, anak saya menjadi korban salah sasaran. Soalnya anak saya tidak memiliki musuh atau permasalahan dengan orang lain, " ujarnya.

Pihak keluarga berharap, pihak Kepolisian dapat segera menangkap dan menghukum para pelaku penyerangan. Hingga saat ini, pihak Kepolisian Polsek Cengkareng bersama Polrestro Jakarta Barat masih memburu para pelaku yang diduga berasal dari kampung lain yang tidak jauh dari lokasi. Sedangkan, jenazah korban dikirim ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur guna keperluan otopsi.

(bin/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up