alexametrics

Diduga Berulah di TPS 18 Petojo Utara, Politikus PDIP Dihajar Massa

16 Februari 2017, 06:47:09 WIB

JawaPos.com – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Pandapotan Sinaga dan adiknya Maruhut Sinaga menjadi bulan-bulanan massa. Keduanya terlibat bentrok dengan warga setelah membuat kegaduhan di TPS. Pemukulan serius menimpa Maruhut Sinaga.

Diberitakan INDOPOS (Jawa Pos Group), peristiwa tersebut terjadi di TPS 18 di RW 07 Kelurahan Petojo Utara Kecamatan Gambir Jakarta Pusat, Rabu (15/2) pukul 11.55. Awalnya Pandapotan Sinaga (54) bersama beberapa temannya yang kesemuanya berpakaian kotak-kotak mendatangi TPS 18 tersebut.

Di TPS itu, mereka mengaku sebagai Tim Pemantau dari Pasangan Calon (Paslon) Nomor 2. Pandapotan cs menegur saksi dari Paslon No 2 lantaran tidak mengenakan kemeja kotak-kotak. Dijawab saksi bahwa ada larangan dari Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu kalau seluruh saksi dilarang mengenakan baju dan atribut pasangan calon.

Di saat yang sama, Panwas menegur Pandapotan cs seraya meminta mereka agar meninggalkan lokasi TPS karena memang ada larangan  mengenakan seragam dan atribut Paslon masuk ke dalam TPS. Teguran tersebut memicu keributan antara Pandapotan cs dengan warga sekitar.

Bahkan dari video rekaman yang beredar di kalangan wartawan, dimaki-maki dengan berbagai kata caci makian kotor. Namun menurut saksi mata di lokasi kejadian, selain caci maki ada pula warga yang melayangkan bogem mentah ke wajah Pandapotan. Sementara beberapa kawan Pandapotan memilih menjauh dari warga yang mulai gusar.

Tak lama aparat Polres Jakarta Pusat mendatangi lokasi untuk mengamankan Pandapotan cs dari kemarahan massa serta membawanya ke Mapolres Jakarta Pusat. Sekitar 30 menit kemudian, sekitar pukul 11.55 WIB, datang Maruhut Sinaga (48), bersama empat kawannya yang kesemuanya mengenakan baju kotak-kotak mendatangi lokasi TPS 18 tersebut.

Kepada warga dengan gaya sok jagoan, layaknya provakator Maruhut menanyakan siapa yang sudah memukul abangnya. ”Siapa di sini yang barusan memukul Abang saya,” lontar Maruhut kepada warga di TPS 18.

Ketua RW 07 Robby yang kebetulan berada di TPS 18 menanyakan kepada Maruhut cs ada masalah apa. Tanpa ’ba..bi..bu’ lagi. Maruhut langsung memukuli Ketua RW 07 Robby di tempat. 

Melihat hal ini, warga langsung mengamuk dan menghajar Maruhut habis-habisan. Beruntung petugas polisi yang sudah bersiaga bisa langsung mengamankan Maruhut dari penghajaran massa yang lebih brutal. 

Oleh polisi, Maruhut langsung dilarikan ke RS PGI Cikini untuk mengobati luka-lukanya serta menjalani perawatan. Lurah Petojo Utara Amadeo mengatakan, kalau kasusnya sedang ditangani Polres Jakarta Pusat.

Menurut Amadeo, Panwas TPS menegur dan mengusir Pandapotan Sinaga lantaran yang bersangkutan membuat keributan dengan cara berteriak-teriak di dalam TPS. Karena hal itulah Panwas terpaksa menggiring keluar Pandapotan dari dalam TPS 18. ”Selanjutnya, ada lagi beberapa pria yang kembali datang ke lokasi TPS 18 dan memukul Ketua RW 07. Makanya warga marah,” ungkap dia.

Sementara itu, Waka Polsek Gambir Kompol Slamet Subagyo mengatakan, pihaknya sudah mengamankan dua pria yang diduga sebagai provakator dari lokasi tersebut. Sayangnya, dia enggan menyebutkan identitas keduanya. Dia hanya mengatakan  kalau yang diamankan pihaknya itu adalah orang yang awalnya membuat keributan di dalam TPS 18 serta yang melakukan pemukulan.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan kalau pihaknya masih menyelidki kasus tersebut. Peristiwa baku hantam itu memang betul terjadi di TPS 18 Kelurahan Petojo Utara pada pukul 11.55.(ind/yuz/JPG)

Editor : Yusuf Asyari


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Diduga Berulah di TPS 18 Petojo Utara, Politikus PDIP Dihajar Massa