alexametrics

Temui Pelanggaran Saat Pencoblosan, Timses Ahok-Djarot Protes 

15 Februari 2017, 14:00:55 WIB

JawaPos.com – Tim saksi pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menemukan sejumlah pelanggaran dalam gelaran Pilkada DKI Jakarta 2017.  Hal itu diungkap Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino. Dia merasa keberatan dan meminta agar kejadian tersebut dicatat di berita acara untuk ditindaklanjuti.

Adapun kata Wibi, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, banyak ditemukan ketidaksiapan dari panitia penyelenggara, seperti halnya terjadi di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta Selatan. Yang mana sambung dia, ada pemilih yang hadir ke TPS hanya dengan membawa surat undangan tanpa dilakukan pemeriksaan ulang dengan mengkonfirmasi KTP.

“Bagaimana bisa seorang KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) mengenali warga-warganya. Logikanya meskipun orang tersebut membawa undangan, tapi kan belum tentu benar orang itu. Kami keberatan dan ini harus dicatat di berita acara,” ujar Wibi, Rabu (15/2).

Begitu pula, dia merasa keberatan atas tindakan KPPS yang melarang kader dari pasangan Basuki-Djarot menggunakan atribut Pilkada. Seperti yang terjadi TPS 36, Kebagusan, Jakarta Selatan dan di TPS 3, Jalan Krida 1 RT 08/01, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran.

Padahal menurutnya, hal tersebut sudah sesuai dengan surat edaran yang diberikan Bawaslu bahwa tidak ada aturan yang melarang kader maupun pemilih menggunakan baju jenis tertentu yang identik dengan pasangan calon ketika mendatangi TPS. 

“Masa tidak boleh pakai baju kotak-kotak. Padahal sudah jelas dari surat edaran bahwa boleh memakai atribut Pilkada. Kami keberatan dengan TPS-TPS yang melarang kami menggunakan baju kotak-kotak dan ini nanti kami catat di berita acara,” tutupnya. (uya/JPG)

Editor : Mohamad Nur Asikin


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Temui Pelanggaran Saat Pencoblosan, Timses Ahok-Djarot Protes