JawaPos Radar

Valentine Gambaran Manusia yang Tidak Beradab

14/02/2018, 14:53 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Valentine Gambaran Manusia yang Tidak Beradab
Bunga dijual pada Hari Valentine di Rawa Belong, Jakarta Barat (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Komunitas Sahabat Aliansi Cinta Keluarga (AILA), Suci Susanti mengimbau masyarakat Indonesia tidak merayakan hari Valentine, Rabu (14/2). Karena sesuai sejarah, Valentine sangat jauh dari norma-norma yang ditanam bangsa Indonesia.

Budaya valentine pun menurutnya jauh dari budaya Indonesia. "Sejarah valentine berasal dari zaman Romawi yang ada dewa-dewi di sana. Selain itu digambarkan bahwa ada perilaku seks bebas dalam setiap perayaannya," ungkapnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (14/2).

"Maka, sebagai bangsa Indonesia yang salah satu nilainya 'kemanusiaan yang adil dan beradab', Valentine tidak menggambarkan manusia yang beradab," tambahnya.

Sebagai warga negara Indonesia yang beragama islam, terang Suci, kasih sayang tidak sesempit makna Valentine. Kasih sayang dalam Islam sifatnya universal, tidak dibatasi pada manusia.

"Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya pada Hari Kiamat," ungkapnya.

Selain itu, kata Suci, setiap perayaan valentine juga ditandai dengan melakukan seks bebas (zina). Padahal dalam Islam jelas zina adalah dilarang. Suci pun mengutip hal tersebut tidak sesuai dengan surat Al-Isra' ayat 32.

"Maka sebagai warga negara Indonesia yang beragama Islam, jelas kita tidak perlu ikut-ikutan merayakan Valentine. Karena Valentine tidak mencerminkan pancasila dan jauh dari nilai-nilai Islam," pungkasnya.

(ce1/rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up