JawaPos Radar

Mendikbud Tidak Larang Pelajar Untuk Rayakan Valentine, Asal?

14/02/2018, 06:25 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Mendikbud Tidak Larang Pelajar Untuk Rayakan Valentine, Asal?
Salah satu pembeli bunga menjelang Valentine di pasar Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (13/2). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pun meluruskan pemberitaan larangan perayaan hari valentine di sekolah-sekolah Kota Depok, Jawa Barat. Dia mengatakan pelarangan itu sah saja untuk melindungi para muridnya.

"Kalau larangan itu dimaksudkan untuk mencegah jangan sampai para siswa terperosok di dalam perbuatan yang melanggar hukum, menyimpang dari ajaran agama, melawan adat istiadat, larangan itu bagus," kata Muhadjir kepada JawaPos.com, Selasa (13/2).

Menurutnya, jika sifatnya membangun para siswa-siswi untuk menjadi pribadi yang berkarakter ia mendukung keputusan sekolah tersebut. Tapi, dirinya menyampaikan agar terus memantau gerak-gerik murid terlebih yang masih ada di bangku sekolah jikalau ada sekolah yang tidak melarang valentine.

Mendikbud Tidak Larang Pelajar Untuk Rayakan Valentine, Asal?
Pedagang bunga mawar musiman menjelang Valentine di pasar Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (13/2). (Issak Ramadhan/ JawaPos.com)

"Tetapi untuk sekolah yang tidak melarang, saya minta sekolah bertanggung jawab memantau dan mengawasi kegiatan siswa-siswa yang merayakan. Labelnya boleh hari Valentine tetapi isinya harus kegiatan yang bermanfaat," terang Muhadjir.

Akhir-akhir ini, Muhadjir hanya khawatir bahwa hari Valentine dimaknai melakukan hal yang menyimpang oleh muda-mudi jaman sekarang. Dirinya tidak melarang siapapun untuk merayakan hari Valentine asal positif dan bermanfaat.

"Tidak apa-apa tapi ya perlu modifikasi dan improvisasi kegiatan yang sesuai dengan kepribadian dan karakter Indonesia," tutupnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up