alexametrics

Inilah Motif Pengamen Bunuh Remaja Putri

13 Desember 2017, 06:05:44 WIB

JawaPos.com – Jajaran Polres Metro Bekasi Kota berhasil menangkap pelaku pembunuhan Mashita Oktavia. Pelaku berinisial AS, 17 sehari-hari bekerja sebagai pengamen jalanan dan terbiasa merasakan kerasnya hidup di jalan.

Pelaku berinisial AS, 17 ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Kampung Bulak Perwira RT 05/17, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Senin (11/12/2017) dini hari. Penangkapan pelaku dari kamera pemantau CCTV. Diduga karena sedang mabuk minuman keras pelaku nekat membunuh gadis berusia 17 tahun itu.

“Pelaku itu pengamen yang biasa dijalanan,” kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing saat ditemui di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (12/12).

Awalnya, pihak Kepolisian Metro Kota Bekasi menduga korban dibunuh kekasihnya sendiri. Namun, setelah dilakukan penyidikan ternyata pelaku dan korban tidak saling kenal. “Pelaku itu tidak kenal dengan pelaku, tidak memiliki hubungan apapun,” kata dia.

Menurut Erna, pelaku melakukan hal tersebut lantaran pengaruh minuman keras. Pelaku saat itu sedang kesal dan ingin melampiaskan amarahnya. Namun, temannya yang sedang bermusuhan sedang tidak ada. Sehingga, Mashita Oktavia yang sedang berada di pinggir jalan karena motornya rusak menjadi korban.

“Jadi sebenarnya dia sedang bertengkar dengan temannya. Kemudian dia minum miras, lalu mabuk. Dia ingin membalas dendam, tapi tidak ketemu temannya itu. Lalu melihat siswi tersebut dan dia melampiaskan ke dia,” ungkap erna.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang remaja putri ditemukan tewas di depan gerbang Perum Alinda Kencana I Kelurahan Kali Abang Tengah, Bekasi, Jawa Barat. Perempuan itu diduga dianiaya pacarnya sendiri hingga mengembuskan napas terakhir.

Perempuan berusia 17 tahun itu bernama Mashita Oktavia. Wanita yang tinggal di sektor 5 Blok H 2 No 22 RT 05/34 Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten bekasi menderita luka yang sangat serius saat ditemukan tidak bernyawa. Ia mendapatkan luka bacok pada bagian bawah leher sebelah kiri dan kanan, serta lambung sebelah kiri.

Humas Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari membenarkan hal tersebut. Jika ada kejadian penganiayaan dan pembunuhan atas nama Mashita. “Iya benar. Korban saat ini sudah dibawa oleh keluarganya dan dikuburkan,” kata Komisaris Erna Ruswing Andari, saat dihubungi JawaPos.com, Jakarta, Minggu (10/12).

Sebelumnya korban di bawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk diperiksa lebih lanjut. Adapun saksi yang melihat kejadian itu adalah Hartati asal Brebes, Jawa Tengah. Hartati mengakui saat itu ia melihat Mashita sekitar pukul 01.30 WIB sedang menelepon seseorang karena motornya mengalami kerusakan yaitu shochbeker patah.

Korban terlihat membawa motor dengan nomor polisi B 3635 FMM itu dan sedang menelepon kakeknya. Tiga puluh menit kemudian atau sekitar pukul 02.00 WIB korban sedang memainkan handphone dan kemudian tiba-tiba datang seorang laki-laki yang langsung menarik korban, sehingga korban terjatuh dari motornya dan pelaku langsung menikam korban dengan bacokan.

“Setelah itu kemudian pelaku sambil membawa clurit jalan santai ke arah dalam Perumahan Alinda Kencana,” papar Erna..

Editor : admin

Reporter : (ipy/JPC)



Close Ads
Inilah Motif Pengamen Bunuh Remaja Putri