JawaPos Radar

Bawa Ratusan Peluru, Anggota JAD Mau Bantu Napiter Serang Mako Brimob

11/05/2018, 16:45 WIB | Editor: Dimas Ryandi
senjata teroris
Densus 88 dan Brimob akhirnya berhasil merampas senjata dan amunisi yang sempat dikuasai oleh napi terorisme. (ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kerusuhan panjang di Rutan, Kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa hingga Kamis kemarin mengundang reaksi para teroris yang masih berkeliaran. Terbukti, polisi menangkap empat orang diduga ingin 'berjihad' membantu rekan-rekan mereka yang sedang terkepung di markas pasukan elite polisi itu.

Keempatnya diringkus pada Kamis (10/5) sekitar pukul 01.35 WIB. Diketahui, saat itu situasi Rutan di Kompleks Mako Brimob tersebut tengah memanas. Narapidana terorisme (Napiter) masih menyandera Bripka Iwan Sarjana dan menguasai sejumlah blok tahanan.

Di tengah situasi itu, Datasemen Khusus 88 Antiteror mendapat informasi dari intelijen bahwa ada sekelompok orang yang akan datang ke Mako Brimob, Kelapa Dua.

Setyo Wasisto
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto saat menggelar konferensi pers terkait napi terorisme di Maka Brimob di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (11/5). (JawaPos.com)

"Dari hasil informasi tersebut, maka polisi bergerak dan menangkap empat orang," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto saat menggelar konferensi pers di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (11/5).

Sekitar pukul 05.30 WIB, keempat terduga teroris itu langsung diamankan Densus 88. Mereka di antaranya, dua warga Tasik yakni AM, 39, dan HG, 40. Lalu warga Ciamis berinisial RA, 40. Terakhir warga Garut berinisial JG, 29.

Namun saat dibawa, tersangka RA dan JG melalukan perlawanan kepada anggota yang membawa terduga teroris tersebut dan memberontak.

"Mereka berupaya mencekik anggota hingga borgol yang dipakaikan kepada mereka terlepas. Mereka juga berusaha merebut senjata api dari petugas," beber Setyo.

Karena adanya perlawanan tersebut, anggota Densus 88 yang membawa mereka lantas melakukan tindakan tegas dan terukur, sesuai dengan melayangkan tembakan kepada JG dan RA. Keduanya lalu dibawa ke RS Bhayangkara. "RA dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan JG sedang dalam perawatan," jelas Setyo.

Dari hasil pemeriksaan rekan mereka yang tidak melawan, keempatnya kata Setyo merupakan bagian dari Jamaah Anshar Daulah (JAD) Bandung atau Jawa Barat yang akan bergerak ke Jakarta, khususnya ke Mako Brimob.

"Patut diduga mereka akan ikut melakukan aksi di Mako Brimob," tegas anak buah Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut.

Lebih lanjut Setyo menuturkan, dari tangan terduga teroris itu, diamankan pula sejumlah alat bukti. Yakni, 1 buah sangkur, 2 buah belati, 35 butir peluru kaliber 9 milimeter, 25 buah paku tembak, 2 buah ketapel, 3 buah busur besi, 65 peluru gotri, 2 buah golok, dan 28 peluru senapan angin.

(dna/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Keluarga Beny Syamsu Gelar Pengajian 11/05/2018, 16:45 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up