JawaPos Radar

Biasa Rekrut 5 Ribu Orang, Pemprov DKI Kekurangan PNS

10/10/2017, 09:50 WIB | Editor: Imam Solehudin
Lowongan CPNS
Ilustrasi (Dok.Jawapos)
Share this

JawaPos.com - Kebijakan moratorium Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) mulai terasa dampaknya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta misalnya, kini kekurangan PNS, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Sekda DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah ASN-nya menyusut terus.

"Dari jumlah awal sekitar 85 ribu ASN kini tinggal sekitar 72 ribu. Sebab tiap tahun terjadi ledakan pensiun antara 3 dan 4 ribu ASN. Jadi, saya berani mengatakan bahwa ASN di Pemprov DKI saat ini kurang," kata Saefullah, Senin (9/10), dilansir RMOl Jakarta (Jawa Pos Grup).

Untuk itu, Saefullah mengaku akan segera melaporkan kondisi tersebut kepada gubernur dan wagub baru.

"Kami akan paparkan kondisi yang ada, bahwa kita kekurangan SDM dan harus harus segera ditambah. Semoga gubernur baru nantinya bersedia mengajukan pencabutan moratorium kepada Menpan-RB dan Mendagri," ujar Saefullah.

Sebelum ada moratorium, Pemprov DKI tiap tahun merekrut antara 3 dan 5 ribu CPNS. Saat ini kekurangan SDM sangat menyolok pada SKPD bidang kesehatan dan pendidikan.

"Kami sangat kekurangan tenaga medis, paramedis, dan guru," papar Saefullah.

Kekurangan dokter dan asistennya terlihat dari minimnya petugas di puskesmas tingkat kelurahan dan kecamatann serta RSU tipe D.

"Jumlah pasien terus bertambah, sedangkan petugasnya tak bertambah atau bahkan menurun lantaran pensiun," ujar Saefullah.

Begitu pula kekurangan tenaga guru juga sangat terlihat di banyak sekolah.

"Kalau kita ambil sampling pada sepuluh sekolahan, pasti akan terdapat puluhan guru honor atau guru bantu. Itu pertanda bahwa kita sedang mengalami kelangkaan guru berstatus ASN," pungkasnya.

(mam/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up