JawaPos Radar

Ungkapan Kekesalan Kapolda Metro Terhadap Aksi Brutal Demo Depan Istana

05/11/2016, 11:57 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ungkapan Kekesalan Kapolda Metro Terhadap Aksi Brutal Demo Depan Istana
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan (Elfany Kurniawan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah mobil milik aparat tak luput dari amukan massa yang ricuh di bilangan Monumen Nasional (Monas) dan Istana Merdeka. Umumnya yang menjadi sasaran anarkistis itu merupakan kendaraan operasional aparat kepolisian.

Menyikapi hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan merasa sedikit kesal. Pasalnya aksi itu berjudul aksi damai, dan sejumlah pimpinan massa telah berjanji untuk tidak anarkitis. Tapi pada kenyataannya berbeda.

Massa yang seharusnya membubarkan diri pada pukul 18.00 WIB, tapi malah terus bertahan hingga lebih dari waktu yang ditentukan. Bahkan melakukan melakukan tindakan anarkitis hingga ada korban dari pihak polisi.

“Yang luka ada enam sampai delapan orang. Belum bisa dipastikan,” kata Irjen Iriawan di bilangan Monumen Nasional, Jumat (4/11) malam.

Untuk aksi pembakaran mobil itu, jenderal bintang dua sengaja membiarkan. Hal itu untuk menunjukan bahwa pendemo telah berbuat anarkitis.

“Enggak apa-apa, biar tahu mereka itu anarkis,” sambung mantan Kadiv Propam Polri ini.

Saat disinggung soal provokator yang memicu aksi ricuh, Iriawan mengaku masih menunggu laporan dari anggota di lapangan yang memantau jalannya aksi demo menuntut proses hukum ke Basuki Tjahaja Purnama itu.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini menambahkan, massa yang awalnya ada di kawasan Monas telah bergeser ke DPR/MPR yang ada di bilangan Senayan.

“Di sana kita kerahkan 11 SSK (satuan setingkat kompi) bantuan dari TNI juga,” terang dia. (elf/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up