JawaPos Radar

Kabar Gembira, Saldo Minimal Kartu Multi Trip KRL Diturunkan

05/01/2018, 05:10 WIB | Editor: Budi Warsito
Kabar Gembira, Saldo Minimal Kartu Multi Trip KRL Diturunkan
Petugas Commuterline sedang memandu penumpang membeli tiket dengan CVM (Ilham Safutra/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik. Memiliki target 320 juta penumpang pada tahun 2018 ini, KCI memberikan kemudahan dengan pengurangan saldo minimal kartu multi trip (KMT).

Saldo minimal KMT yang sebelumnya dipatok Rp 13.000 diturunkan. Kini dengan hanya Rp 5.000 pelanggan setia dapat menikmati layanan moda transportasi berbasis rel tersebut.

“Pengguna KMT akan semakin diuntungkan dengan berkurangnya saldo minimum dari Rp 13.000 menjadi Rp 5.000,” ujar Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila di Hotel Borobudur, Kamis (4/1).

Dia melanjutkan, pengurangan saldo minimum merupakan wacana PT KCI untuk menerapkan sistem modernisasi sistem tiket elektronik. Nantinya, akan diberlakukan mekanisme penyelarasan tarif atau fare adjustment.

“Pengguna perlu memperhatikan bahwa dalam membayar selisih tarif Tiket Harian Berjalan (THB) pada mesin penyelaras tarif maupun di loket, tidak disediakan uang kembalian. Sementara pengguna KMT yang kurang saldo atau jika perjalanan melebihi tarif minimum Rp 5.000 bisa melakukan top up di mesin penyelaras tarif yang tersedia,” jelas dia.

Saat ini sudah ada sebanyak 26 mesin penyelaras tarif di sebanyak 25 stasiun kereta rel listrik (KRL). Sedangkan yang belum terpasang mesin penyesuaian tarif, bisa menggunakan loket dua arah yang ada di stasiun.

“Sementara yang belum tersedia mesin dapat di selesaikan diloket dua arah. Atau pengguna bisa meminta bantuan dari petugas kami dalam melakukukan penyelarasan tarif ke loket,” pungkasnya.

Tak hanya itu, mekanisme pinalti THB karena penumpang turun lebih jauh dari lokasi stasiun yang dibeli tidak akan berlaku lagi. "Kini pengguna THB yang turun di stasiun dengan jarak yang lebih jauh dari tarif yang tertera pada tiket hanya perlu membayar selisih antara tarif yang dibayarkan pada transaksi awal dengan tarif yang seharusnya," papar Fadhil.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up