JawaPos Radar | Iklan Jitu

Raup Untung Rp 118 Juta per Bulan, Pabrik Alkohol Ciu Ilegal Digerebek

03 Mei 2018, 13:42:36 WIB | Editor: Ilham Safutra
Raup Untung Rp 118 Juta per Bulan, Pabrik Alkohol Ciu Ilegal Digerebek
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dan jajaran memperlihatkan barang bukti pabrik alkohol ciu yang digerebek di Jakarta Barat. (Evi Ariska/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Subdit Industri Perdagangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, mengungkap usaha rumahan (home industry) pengolahan minuman beralkohol jenis ciu. Industri rumahan yang berlokasi di Jalan Pekojan 1, RT 13/05, No 88 Tambora, Jakarta Barat itu diketahui tidak memiliki izin edar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menerangkan, pihaknya mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa ada industri rumahan yang mengolah minuman alkohol jenis ciu. Produk itu pun diedarkan ke seluruh Jakarta.

"Hasil pemeriksaan di TKP, petugas mendapati pemilik dan karyawan tertangkap tangan sedang melakukan proses produksi atau pembuatan dan pengemasan," kata Kombes Argo di lokasi penggerebekan, Kamis (3/5).

Raup Untung Rp 118 Juta per Bulan, Pabrik Alkohol Ciu Ilegal Digerebek
Penampakan salah satu ruangan pabrik alkohol ciu yang diungkap aparat Polda Metro Jaya. (Evi Ariska/JawaPos.com)

"Olahan pangan sejenis minuman beralkohol ciu itu memiliki izin edar dari BPOM," sambung mantan Kabid Humas Polda Jatim itu.

Pantauan JawaPos.com, pabrik alkohol rumahan itu terdiri atas rumah tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk tempat menyimpan bahan atau alat, kemasan hasil olahan siap edar. Selain itu juga sebagai tempat menyimpan botol kosong dan kardus.

Pada lantai dua diugankan sebagai tempat menyimpan drum berisi hasil campuran bahan pembuatan hasil olahan pangan ciu, tempat produksi, penyaringan dan pengemasan. "Lantai tiganya digunakan untuk proses produksi (cadangan) dan tempat menyimpan drum kosong," ungkapnya.

Beberapa ruangan penyimpanan dan pembuatan ciu beserta bahan baku lengkap dengan alatnya. Terdapat pula empat orang pekerja atau karyawan, membantu pembuatan ciu di rumah tersangka PWR, 58, yang sudah diamakan aparat kepolisian sejak pengungkapan pada April 2018 lalu.

"Karyawan ada 4 pokoknya satu orang inisial PRW (pemilik usaha). Kami amankan untuk diperiksa," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Kombes Argo, setiap satu botol ciu dijual dengan harga Rp 11 ribu dan juga disebarkan ke distributor se-Jakarta. Pemilik home industry yang tak lain tersangka berinisial sudah diamankan kepolisian sejak pengungkapan pada bulan April 2018 lalu.

Setiap bulan produsen alkohol ciu mendapatkan keuntungan Rp 118 juta per bulan kalau setahun Rp 1,4 miliar. Di TKP ditemukan 5 ton bahan, 2 ton sudah jadi dan 3 ton bahan setengah jadi. "Peredaran ini ada di Jakarta. Dari sini kemudian diberikan ke distributor untuk dijual ke masyarakat," tandasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan kepolisian yaitu:
1) Bahan baku campuran fermentasi minuman Ciu sebanyak 220 Tong, 100 liter berisi campuran bahan Ciu (+ 22.000 liter).
2) Minuman Ciu siap edar sebanyak 133 kardus, 24 botol atau 3.325 botol berisi2 ton (Minuman Ciu siap edar).
3) Alat Produksi berupa “Dandang” sebanyak 4 (empat) buah ukuran besar,
2 (dua) buah ukuran kecil.
4) Tabung Gas sebanyak 41 (empat puluh satu) buah 12 kg.
5) Botol kosong 46 (empat puluh enam) Pack botol kosong 100 botol
atau berisi + 4.600 botol kosong.
6) Gula pasir 15 (lima belas) karung 50 kg.
7) Beras 1 (satu) karung 50 kg.

(eve/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up