JawaPos Radar

Hari Batik Nasional, Jakarta Juga Kembangkan Batik Tulis

02/10/2017, 13:55 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Hari Batik Nasional, Jakarta Juga Kembangkan Batik Tulis
MENCOLOK: Batik Betawi memiliki ciri khas warna ngejreng. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Indonesia memiliki berbagai macam motif batik, dari Sabang sampai Merauke. Hal itu menyusul diakuinya batik sebagai deretan representatif budaya tak benda warisan manusia Unesco. Hari ini, Senin (2/10) rakyat Indonesia merayakan Hari Batik Nasional.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan harapannya agar masyarakat mau melestarikan batik. Dia menekankan, kegiatan membatik merupakan milik rakyat Indonesia.

"Inget ya, bahwa yang bisa membatik hanya orang Indonesia, yang bagus, batik tulis terutama," ujarnya saat ditemui di Lapangan IRTI Monumen Nasional (Monas), Senin (2/10).

Sebelumnya, Djarot bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan batik Betawi di Monas. Acara tersebut bertujuan agar masyarakat Jakarta mengenal batiknya dan batik tulis akan semakin berkembang.

"Minggu lalu, kita luncurkan batik Jakarta di Monas, ini upaya kita melestarikan batik, saya yakin dengan adanya regenerasi seperti ini, batik tulis kita akan semakin baik," tutur dia.

Mantan Wali Kota Blitar itu menceritakan kegiatannya dua hari lalu saat mengunjungi Banyuwangi, Jawa Timur. Saat kunjungannya tersebut, dia merasa senang melihat batik yang dikembangkan, baik perorangan maupun melibatkan pengrajin.

"Ini Hari Batik Nasional, kemarin saya ke Banyuwangi. Saya senang sekali masing-masing daerah mengembangkan motif batiknya sendiri dan melibatkan para pengrajin," ungkapnya.

Dia mengatakan, Ibu Kota juga telah mengadakan pelatihan membatik bagi warganya, termasuk para penghuni rumah susun (rusun) sebagai wujud pengembangan batik. "Termasuk di Jakarta, kita melatih para penghuni rusun untuk mengembangkan batik kita," tukas dia.

Sebagai informasi, batik diakui berada dalam deretan representatif budaya tak benda warisan manusia Unesco atau Representative List of Intangible Cultural Heritage-Unesco pada 2 Oktober 2009 lalu.

(cr3/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up