alexametrics
INOVASI

Main Kartu Sekaligus Belajar Sejarah

31 Maret 2017, 04:37:12 WIB

JawaPos.com – ’’Ayo jawab, pertempuran Surabaya dan Hari Kemerdekaan Indonesia duluan mana?’’ tanya Gabriella Ciquitha Thensy kepada teman-temannya. Tidak membutuhkan waktu lama, Vina Jayanti langsung menjawab. ’’Duluan kemerdekaan Indonesia lah,’’ ujar mahasiswi psikologi semester VI tersebut.

Pemain lain membuka bagian belakang kartu bergambar seorang pemuda yang mengenakan pengikat kepala berwarna merah putih sambil membawa bambu. Di balik kartu itu tertulis Pertempuran Surabaya terjadi pada 10 November 1945. Sekitar tiga bulan setelah kemerdekaan Indonesia. Artinya, Vina menjawab pertanyaan dengan tepat. Mereka senang.

Vina kemudian meletakkan kartu bergambar Bung Tomo di bawah kartu Peristiwa 10 November. Hal itu menunjukkan bahwa pria bernama lengkap Sutomo tersebut merupakan tokoh di balik peristiwa Pertempuran Surabaya.

Permainan makin asyik saja. Para mahasiswa itu berupaya memecahkan seluruh jawaban dalam kartu berisi materi sejarah Indonesia tersebut. Ada yang senang karena bisa menjawab pertanyaan. Ada juga yang gemas lantaran tidak segera berkesempatan meletakkan kartu tokoh di bawah peristiwa.

Permainan asyik yang bikin mahasiswa penasaran tersebut bernama Linimasa card game. Itulah karya dosen Jurusan Akuntansi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Surabaya, Adhicipta Raharja Wirawan. Adhi, sapaan akrabnya, mendapatkan inspirasi membuat Linimasa dari si anak. Pada 2015, putranya yang masih duduk di kelas IV memperoleh nilai jelek di ujian sejarah. Rupanya, dia tidak dapat menghafal peristiwa dan tokoh sejarah dengan baik. ’’Akhirnya, saya terinspirasi membuat ini untuk membantunya belajar,’’ terang Adhi.

Tidak sampai sehari, Adhi membikin kartu-kartu yang memuat peristiwa dan tokoh sejarah. Pada waktu itu, kartunya hanya berisi tulisan. Saat permainan dipraktikkan, ternyata sang anak tertarik dan ingin terus memainkan. Akhirnya, dibuatlah tampilan yang lebih menarik.

Selama tujuh bulan, Adhi mengerjakan pembuatan kartu unik tersebut. Dalam satu permainan, ada 20 kartu berisi peristiwa dan 20 kartu berisi tokoh sejarah yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Pemain diminta menebak urutan peristiwa. Kemudian, pemain mengisi tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya.

Saat ini permainan ciptaan Adhi sudah diujicobakan di salah satu SD di Surabaya. Dari kegiatan tersebut, dia mendapatkan banyak masukan untuk seri kartu berikutnya. Ada yang menyarankan pembuatan seri kerajaan Hindu-Buddha hingga masuknya Islam ke Indonesia, sejarah musik dan film, sampai kartu flora-fauna. ’’Saya sengaja tidak membuat dalam bentuk aplikasi supaya ada interaksi antar pemain,’’ tegas pria asli Surabaya tersebut. (ant/c14/nda/sep/JPG)

Editor : Suryo Eko Prasetyo

Main Kartu Sekaligus Belajar Sejarah