alexametrics

Gelar Seminar, Begini Wejangan Risma ke Guru-guru se-Surabaya

30 Maret 2018, 05:21:37 WIB

JawaPos.com – Pemkot Surabaya menggelar seminar pendidikan bertajuk Peran Guru Dalam Mendidik Anak di Era Digital, Kamis (29/3). Seminar yang bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik murid-muridnya di zaman serba digital itu dihelat di Gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim.

Anak sebenarnya adalah tanggung jawab orang tuanya. Namun, seiring aktifitas yang lebih banyak di luar rumah, ada pembagian peran untuk mendidik mereka. Guru juga berperan besar membentuk karakter mereka di sekolah.

Seiring dengan berkembangnya zaman, tantangan para guru juga lebih berat. Misalnya menghadapi murid-muridnya yang keranjingan gawai. Melalui seminar itu, wawasan para guru terkait dengan beragamnya media sosial diharapkan bertambah banyak. Dengan begitu, guru bisa memberikan arahan, konten apa yang bisa diakses oleh para siswanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan sambutan sewaktu seminar pendidikan (dok. Humas Pemkot Surabaya for JawaPos.com)

“Syukur kalau melihat atau mengambil gambar yang baik, tapi kalau yang jelek lalu digunakan yang enggak-enggak. Makanya guru juga harus paham,” sebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya.

Selain Risma, seminar tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman, Psikiater Dr. Soetomo Nailini Muhdi, Praktisi IT Okky Utomo, Ketua Dewan Pendidikan Jatim Martadi dan LSM peduli anak.

Risma meminta para guru agar mampu memanfaatkan gawai sebagai sarana belajar untuk anak-anak bahkan mampu berprestasi. “Tidak mudah memang membuat anak berprestasi, tapi di era globalisasi, tidak ada yang tidak mungkin. Dibutuhkan energi ekstra dari kita semua,” tambah Wali Kota kelahiran Kediri tersebut.

Risma juga meminta dukungan dari para guru dan orang tua agar menggalang kekuatan untuk melindungi, menjaga dan mendidik anak di era digital ini. Sebab, mereka adalah aset.

“Mereka adalah masa depan bangsa, kalau kita lemah maka bangsa ini akan hancur. Tapi kalau kuat, maka kita dapat melewati tantangan apapun,” tegasnya.

Tak lupa, dia juga berpesan kepada para guru untuk tidak meninggalkan anak-anak sebelum dijemput orang tuanya. Serta tidak memulangkan anak ketika datang terlambat ke sekolah.

Khusus soal keterlambatan anak datang ke sekolah, menyuruhnya pulang bukanlah sebuah bentuk hukuman yang menjadi pelajaran. Anak harus dihukum sesuai dengan tupoksinya sebagai siswa.

Contohnya dengan menghafal pelajaran dan menyelesaikan tugas. Dengan begitu anak terpantau dengan baik sekaligus membuat para orang tua tenang. “Ini tanggung jawab mutlak panjenegan semua,” sebut alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan M.Ikhsan menerangkan, seminar tersebut diharapkan akan menambah wawasan para guru, sehingga mereka mampu menjalankan program sekolah sesuai yang diharapkan.

“Saya berharap para guru, orang tua dan LSM meningkatkan penguatan di sekolah sehingga komitmen Ibu Wali Kota yang selalu mengatakan anak surabaya adalah anak kita semua terus terjaga dan terlaksana di semua lingkungan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Elly Risman selaku pembicara mencamtumkan beberapa poin yang perlu diketahui oleh para guru untuk mendidik anak di era digital. Antara lain ketidakpastian menjadi orang tua di Era Digital, cara komunikasi yang tidak berubah, keterpaparan anak pada pornografi dan akibatnya pada otak anak.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (did/JPC)


Close Ads
Gelar Seminar, Begini Wejangan Risma ke Guru-guru se-Surabaya