JawaPos Radar

Terjebak Kebakaran, Pemilik Toko Meninggal

29/09/2016, 15:20 WIB | Editor: admin
Terjebak Kebakaran,  Pemilik Toko Meninggal
CEPAT PADAM: Mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi saat api sudah dijinakkan warga. (Dinas PMK Surabaya for Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Sembilan karung beras berjajar rapi di teras sebuah rumah di Jalan Benowo Krajan II/20. Awan duka masih menggelayut di sana. Mata Sulaiman masih terlihat sembap.

Selasa malam (27/9), dia kehilangan ibu kandungnya, Umaya, untuk selama-lamanya. Perempuan berusia 60 tahun itu meninggal setelah terjebak kebakaran.

Yang terbakar adalah toko sepeda dan mainan Primadona. Toko tersebut dirintis Umaya bersama suaminya, Edi, yang saat ini masih dirawat di RSUD dr Soetomo.

Saat Jawa Pos mendatangi rumah itu, Sulaiman terlihat memindahkan beras dari karung ke ember. Badannya terlihat lesu setelah melekan dan mengurus pemakaman jenazah ibundanya.

Silih berganti para pelayat berdatangan kemarin siang. Meski jenazah sudah dikebumikan, tamu tak henti-henti menyampaikan rasa belasungkawa.

Sulaiman pun terlihat tegar dan memohon maaf kepada para pelayat apabila ibunya punya salah. Setelah menuntaskan beberapa pekerjaan kecil, Sulaiman duduk bersila di atas karpet.

Dengan lirih, dia mulai bercerita. Selasa, sekitar pukul 23.00, Sulaiman dikabari ketua RW setempat bahwa toko orang tuanya terbakar. Kakinya buru-buru melangkah ke sana.

Jarak antara rumahnya dan toko itu memang dekat, sekitar 200 meter. Sesampai di sana, warga sudah mengerumuni toko itu. Dia sudah menerima kabar bahwa orang tuanya terjebak di dalam.

Warga juga menenangkan dirinya. Sulaiman sudah pasrah. Sebenarnya api tidak sampai menghanguskan seluruh bangunan. Hanya ruang tengah yang kena.

Namun, malah di situlah Edi dan Umaya tidak bisa keluar karena terhalang api. ’’Ibu terlalu banyak menghirup asap,’’ ujar Sulaiman kepada Jawa Pos.

Bagi bungsu dua bersaudara tersebut, orang tuanya merupakan sosok yang ulet. Sebelum toko sepeda dan mainan, Edi dan Umaya membuka toko sembako. Sulaiman juga merintis usaha serupa.

’’Dari dulu Bapak memang berwirausaha. Toko sepeda itu dibuka pada 2011,’’ ceritanya. Nada bicaranya berusaha tegar. Selama ini, Edi dan Umayah memang menginap di toko tersebut.

Mereka begitu telaten membesarkan usahanya. Mereka pulang ke rumah saat siang hari. Itu pun tidak lama. Biasanya malah Sulaiman yang mendatangi toko orang tuanya.

Warga yang mengetahui ada asap yang mengepul langsung berbondong-bondong memadamkan dengan peralatan seadanya. Mereka menjebol paksa rolling door toko.

Titik pusat api berada di sekitar rak. Tak lama berselang, polisi dari Polsek Pakal ikut mengamankan situasi. Si jago merah bisa cepat dipadamkan sebelum petugas PMK tiba.

Tiga mobil PMK dikerahkan. Yakni, dari pos Pakal, Kandangan, dan Margomulyo.

’’Besarnya api hanya 15 persen dari luas bangunan. Tapi, warga memberi tahu bahwa di dalam ada orang,’’ jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Chandra Oratmangun.

Petugas menduga Edi dan Umaya tertidur di dalam. Saat mereka terbangun, asap sudah memenuhi seisi ruangan. Sulaiman mengungkapkan, kali terakhir dirinya bertemu bapak ibunya Minggu lalu (25/9).

Dia cuma dititipi untuk menjaga toko. ”Tidak ada pesan apa-apa, Mas. Sama sekali tidak ada firasat,’’ ujarnya.

Selama 2016, sudah ada tiga korban tewas karena kebakaran. September menjadi bulan paling kelam karena ada dua korban tewas.

Sebelum ini, seorang pria bernama Johanes Tanjung tewas di dalam rumahnya di Jalan Tenggilis Timur IV/7. Penyebab kebakaran di toko sepeda itu diduga karena korsleting listrik.

Chandra pun memberikan tip penanganan kebakaran karena hubungan arus pendek. ’’Jangan langsung menyiram dengan air. Matikan sakelar,’’ imbau Chandra.

’’Kalau malah membesar, segera hubungi 112. Ingat, pelayanan kami gratis,’’ lanjut Chandra.

Memang tak sedikit masyarakat yang masih menganggap bahwa memanggil PMK akan dipungut biaya. Gara-gara itu pula, terkadang mereka terlambat menelepon.

Lokasi kebakaran sudah dipasangi garis polisi. Kapolsek Pakal Kompol Widjanarko menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Labfor Mabes Polri cabang Surabaya untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran.

’’Tadi siang (kemarin) mereka sudah mengambil beberapa sampel,’’ jelas mantan Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya tersebut. (did/c17/dos/sep/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up