JawaPos Radar

Melanggar Kesepakatan Bersama di Dewan, Ratusan PKL Ini Nekat

29/06/2017, 22:33 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Melanggar Kesepakatan Bersama di Dewan, Ratusan PKL Ini Nekat
HARUS TEGAS: Para PKL kembali menempati jalan raya di wilayah Perumahan Gading Fajar. (Chandra Satwika/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Butuh ketegasan ekstra untuk menata pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Perumahan Gading Fajar. Berkali-kali ditertibkan, berkali-kali kembali berulah. Rabu (28/6), misalnya, sejumlah pedagang kembali menempati fasilitas umum (fasum). Dampaknya, ruang terbuka hijau (RTH) yang sebulan lalu diperbaiki kini terlihat kumuh lagi. Duh...

Lihat saja di area bundaran perumahan. Ada puluhan pedagang yang menempati kawasan tersebut. Mayoritas berjualan buah serta aksesori HP. Lapak semipermanen itu berdiri di atas bahu jalan dan trotoar.

Lalu, di areal SMAN 2 Sidoarjo hingga batas Perumahan Gading Fajar, penjual berderet memanjang. Mulai pedagang makanan dan minuman yang membawa rombong hingga penjual pakaian yang mendirikan tenda. Mereka berjualan di taman perumahan. Alhasil, tidak sedikit tanaman yang rusak.

Menurut Nasuk, warga RW 9 Gading Fajar, masyarakat ikut kesal lantaran fasum menjadi tempat mangkal PKL. Ratusan pedagang itu tetap nekat. ”Seminggu menjelang Lebaran, pedagang kembali berjualan di fasum,” jelasnya.

Wajar saja warga Gading Fajar dan para pengguna jalan kecewa. Sebab, lingkungan perumahan semrawut. Sampah-sampah berserakan. Tidak sedap dipandang. ”Pemandangan kembali kumuh,” keluh Nasuk.

Pria yang sudah 10 tahun lebih tinggal di kompleks Perumahan Gading Fajar tersebut meminta pemkab segera bertindak. Pedagang harus mau dipindahkan ke lahan Mahkamah Agung (MA). Sebab, lokasi itu sudah disepakati menjadi tempat penampungan bagi pedagang. ”Harus mau ditempatkan di lahan yang sudah disediakan,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo M. Bahrul Amig mengakui, pedagang memang kembali menempati fasum. Dia sudah mendapat laporan bahwa sejumlah taman yang baru dibangun bareng-bareng warga kini rusak. Karena itu, selepas libur Lebaran, petugas segera bergerak. Tim DLHK siap mengganti tanaman yang rusak. Satpol PP akan melakukan penertiban dan penjagaan.

Sebenarnya, lanjut Amig, sudah ada kesepakatan yang terjalin antara pedagang, pemkab, serta DPRD Sidoarjo. Pada 15 Juni lalu, pemkab, dewan, dan pedagang bertemu di ruang paripurna dewan. Hasilnya, pedagang harus bersedia masuk ke lahan relokasi sementara milik MA. Kebijakan itu berlaku hingga sentra PKL dibangun. ”Seharusnya keputusan rapat dipatuhi. Tidak dilanggar,” ujarnya.

Saat ini Kota Delta terus berbenah. Salah satu fokus pemkab adalah mengembalikan fungsi lahan dan mempercantik ruang terbuka hijau. PKL tidak akan dihilangkan, melainkan ditata.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan, minggu depan satpol PP bergerak. Pedagang yang menempati fasum bakal ditertibkan. ”Tidak ada toleransi lagi,” tegasnya. (aph/c7/hud)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up