JawaPos Radar

Pasien Muntah Darah, Raju Singh Diringkus

29/04/2017, 16:17 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pasien Muntah Darah, Raju Singh Diringkus
Raju Singh, pemilik Klinik Herbal India diringkus Satreskrim Polrestabes Surabaya. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polrestabes Surabaya membekuk Raju Singh, Sabtu (29/4). Pemilik Klinik Herbal India itu membuka praktik tanpa izin. Tak hanya itu, pria asal Medan itu juga mencelakakan pasiennya.

"Hari Kamis kami menerima laporan bahwa ada pasien yang muntah darah setelah mengkonsumsi obat-obatan dari klinik ini," terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

Klinik tersebut membuka jasa penyembuhan mata dan telinga tanpa operasi. Pasca berobat, biasanya pasiennya diberi obat tetes maupun kapsul.

Salah seorang pasien yang datang ke klinik itu dibawa ke RSUD Sidoarjo. Dia dirawat intensif selama empat hari. Polisi lantas menindaklanjuti laporan korban.

Sabtu siang, korps berseragam cokelat itu mendatangi dan menyegel klinik yang terletak di Jalan Raya Semampir no. 64. Mereka juga mengamankan obat-obatan yang selama ini diberikan kepada pasien. "Obat-obatan ini dibuat secara home industry. Tempat praktik ini merupakan rumah kontrak," tambah Shinto.

Polisi juga bekerja sama dengan Dinkes Kota Surabaya. Mereka memasang police line dan meminta keterangan Raju. Untuk sementara, Raju dikenai wajib lapor dua kali seminggu, setiap Senin dan Kamis. "Kami masih menunggu hasil rekam medis korban sambil mendalami pemeriksaan," ujar alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu.

Raju sendiri mengaku bahwa dirinya tidak tahu bahwa ada pasiennya yang sampai masuk rumah sakit. Selama ini, dia tidak menerima komplain. Dia sendiri meracik obat karena kemampuan turun menurun dari orang tuanya.

Pria yang membuka klinik kesehatan di Surabaya selama tujuh tahun itu mengatakan bahwa dirinya memang belum mengurus izin buka praktik. "Selama ini memang tidak ada operasi. Pasien bayar secara sukarela, biasanya antara Rp 1-2 juta," beber Raju.

Dari enam orang saudaranya, Raju merupakan salah seorang yang meneruskan usaha orang tuanya. "Ini saya ambil bahan-bahannya dari Sulawesi," ungkapnya.

Untuk penggunaan obat sendiri, bergantung pada penyakit yang diderita korban. Dia mengatakan bahwa onat yang diraciknya mampu menyembuhkan penyakit katarak. (did/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up