alexametrics

Demi Password e-Fin, Wajib Pajak Antre Berjam-jam

29 Maret 2018, 17:50:30 WIB

JawaPos.com – Ribuan wajib pajak (WP) di Surabaya mendatangi kantor pajak menjelang penutupan masa laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Mereka hanya punya waktu dua hari untuk melaporkan pajak penghasilan selama setahun lalu.

Pantauan JawaPos.com melakukan pantauan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I, Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya. Hingga Kamis (29/3) petang sekitar pukul 15.30 WIB, antrean WP masih panjang.

Di gedung tersebut juga ada beberapa Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama beberapa kecamatan di Surabaya. Seperti Rungkut, Wonocolo, Mulyorejo, hingga Karang Pilang.

Beberapa di antara WP bahkan ada yang sudah datang sejak pagi hari. Salah satunya Nur Arizky, 22, asal Jombang. Dia datang sejak pukul 11.00 WIB. Namun baru mendapat nomor antrean sekitar pukul 15.00 WIB.

“Tadi sempat ke Gubeng (KPP Pratama Gubeng, red), tapi servernya down. Ini saya ngurus password baru untuk e-Fin. Tahun kemarin tinggal laporan lewat online. Tapi sekarang lupa passwordnya dan harus ganti password,” cerita perempuan yang bekerja sebagai promotor salah satu merk smartphone tersebut.

Nur melanjutkan, sebenarnya memang lebih mudah untuk melapor SPT lewat online. Namun karena lupa password, dia terpaksa ikut mengantre. Untuk mendapatkan password e-Fin, para WP memang harus mendatangi kantor pajak.

Sebenarnya, pelaporan SPT sudah bisa diurus sejak jauh-jauh hari. Namun, Nur baru mengurusnya menjelang deadline akhir pelaporan. Karena dia baru mendapat pemberitahuan dari perusahaan tempatnya bekerja. “Baru dua hari yang lalu dikasih tahu sama kantor,” akunya.

WP lainnya, Bambang juga baru diberitahu kantornya minggu ini. Berhubung, Jumat besok tanggal merah, mau tidak mau dia mengurusnya hari ini. “Jadinya ya kepontalan (pontang-panting, red), mas. Besok libur. Sabtu saya ke luar kota,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kantor Wilayah DJP Jatim I Ardhie Permadi menuturkan, pihaknya selalu intens menyosialisasikan ke perusahaan-perusahaan. Bukti pemotongan PPH seharusnya sudah diterima karyawan pada Februari.

“Kapanpun selalu kami adakan sosialisasi. Seharusnya perusahaan bisa mengantisipasi dengan membuat bukti pemotongan mulai Januari sampai Desember. Tinggal mengakumulasikan saja,” tutur Ardhie.

Membludaknya antrean WP diprediksi karena bertepatan dengan long weekend. Padahal Sabtu (31/3), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I masih melayani pelaporan SPT. “Mungkin karena banyak yang ke luar kota hari Sabtunya. Makanya hari ini berbondong-bondong untuk mengurus,” lanjutnya.

Dari hasil pantauannya, mayoritas WP yang datang cuma untuk mengurus password E-Fin. Selebihnya, mereka bisa mengurus di mana dan kapan pun hingga 31 Maret pukul 23.59 WIB. “Kalau kami lihat tadi yang lama memang antrenya. Begitu mereka sampai meja pelayanan, tidak sampai tiga menit sudah dapat password,” terangnya.

Ardhie menjelaskan, tahun ini diperkirakan ada 360 ribu WP di Surabaya yang melaporkan SPT. Hingga Jumat siang, pihaknya sudah menerima sekitar 210 ribuan pemohon. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I sendiri buka mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Soal pelaporan SPT lewat online, Ardhie mengungkapkan bahwa jumlahnya meningkat daripada tahun lalu. Dari hitung-hitunganya, tahun lalu ada 80 persen WP yang melaporkan via online. Sekarang jumlahnya mencapai 87 persen.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)


Close Ads
Demi Password e-Fin, Wajib Pajak Antre Berjam-jam