JawaPos Radar

Surabaya Padat, Pemkot Getol Bangun Flat

28/08/2016, 19:16 WIB | Editor: admin
Surabaya Padat, Pemkot Getol Bangun Flat
HUNIAN BERTINGKAT: Flat Grudo kini mulai ditempati warga. Pemkot berencana membangun flat lain di banyak wilayah. (DOK JAWA POS)
Share this

JawaPos.com – Semakin lama, Surabaya kian padat. Data terakhir, tercatat ada 2.943.528 penduduk yang tinggal di Surabaya. Kondisi tersebut tentu mendorong pemkot untuk getol menyediakan hunian. Salah satunya gencar membangun flat di berbagai wilayah. Tahun ini, rencananya ada 18 flat yang dibangun.

Saat ini pemkot mengelola 20 flat yang tersebar di berbagai daerah. Di sana tercatat ada 3.941 unit. Namun, di antara jumlah itu, tak ada satu pun yang kosong. Adapun, yang ingin tinggal di flat juga semakin banyak.

Untuk membangun 18 flat baru tersebut, pemkot akan memanfaatkan asetnya. Pemkot masih memiliki lahan yang cukup. Sebanyak 12 lahan sudah siap bangun. Tanah tersebut berada di Dukuh Menanggal dan Keputih. Di Keputih, ada dua flat yang akan dibangun.  Pemkot memiliki tanah yang cukup luas di sana. Tanah tersebut merupakan bekas tempat pembuangan akhir (TPA). ”Di Keputih nanti juga dibangun ruang public space,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Maria Theresia Ekawati Rahayu.

Adapun, enam bidang lain masih perlu pematangan. Salah satunya berada di  Siwalankerto. Di sana ada tanah seluas 3 ribu meter persegi. Di Kecamatan Benowo, tanahnya lebih luas, yakni mencapai 46 ribu meter persegi. Tanah yang masih perlu pematangan, lanjut perempuan yang biasa disapa Yayuk itu, bertatus siap bangun pada tahun depan. Untuk menguruknya, pemkot tidak perlu repot.

Sebab, pemkot memanfaatkan tanah sedimentasi buangan sungai yang mencapai 800 ton setiap pekan. Dengan begitu, anggaran yang dibutuhkan untuk pematangan tanah semakin irit. Yayuk menjelaskan, pembangunan 18 flat tersebut masuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016–2021 Surabaya.

Pengoptimalan aset pemkot tersebut dimaksudkan untuk menghemat anggaran. Sebab, upaya pembebasan tanah selama ini selalu menguras duit. ”Jadi, kami maksimalkan yang kami punya saja,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) itu.

Mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya tersebut menjelaskan, seluruh pembangunan itu diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Biaya sewa flat tersebut juga tidak akan mencekik. (sal/c7/git)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up