JawaPos Radar

Jangan Datang tanpa Surat Kependudukan, Satpol PP Akan Operasi Yustisi

28/06/2017, 23:49 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Jangan Datang tanpa Surat Kependudukan, Satpol PP Akan Operasi Yustisi
Wilayah Sidoarjo yang Diserbu Pendatang (Grafis: Herlambang/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Jumlah penduduk Kota Delta terus meningkat setiap tahun. Data terakhir menyebutkan, angkanya sudah mencapai 2,3 juta penduduk. Pemicunya bukan tingginya angka kelahiran, melainkan derasnya arus urbanisasi.

Momen setelah Idul Fitri biasanya menjadi pelecut masuknya warga pendatang ke Sidoarjo. Untuk menangkal derasnya arus urbanisasi itu, pemkab bersiap menggelar operasi yustisi gabungan. Pemeriksaan kelengkapan surat kependudukan tersebut bakal menyasar kos dan rumah kontrakan.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin tidak melarang warga kota lain datang di Sidoarjo. Namun, dia meminta mereka berpikir matang-matang sebelum berangkat. Sebab, angka pengangguran di Sidoarjo sudah sangat tinggi. Dari data yang dihimpun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, jumlahnya mencapai 100 ribu orang.

Menurut dia, warga yang memutuskan untuk mengadu nasib di Sidoarjo harus benar-benar siap. Contohnya, ada saudara yang siap menampung. Selain itu, secara bekal keahlian, pendatang sebaiknya siap bersaing dengan para pencari kerja lain. ”Jika tidak berhasil, tidak menjadi pengangguran di Sidoarjo,” katanya. Politikus PKB tersebut meminta peran RT dan RW dimaksimalkan untuk mendata warga pendatang di wilayah masing-masing. ”Semuanya harus mengawasi,” ungkapnya.

Kabid Penyuluhan dan Pengaduan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo Oskar Basong mengakui, setelah Lebaran, banyak pendatang yang menyerbu Sidoarjo. Terutama wilayah yang industrinya tumbuh subur seperti Kecamatan Taman, Waru, Candi, Krian, dan Sedati. Mereka tinggal di kos. ”Mayoritas merupakan pencari kerja,” ucapnya.

Tahun lalu, dispendukcapil dan satpol PP menggelar operasi yustisi di delapan desa. Yakni, Desa Buduran (Kecamatan Buduran), Sruni (Kecamatan Gedangan), Sepanjang (Kecamatan Taman), Sedati Gede (Kecamatan Sedati), Sepande (Kecamatan Candi), Bluru Kidul (Kecamatan Sidoarjo), Randegan (Kecamatan Tanggulangin), dan Bungurasih (Kecamatan Waru). Hasilnya, 547 warga pendatang tanpa kelengkapan surat terdata oleh petugas.

Mereka pun langsung diminta melaporkan kepindahan ke desa setempat. Pemkab meminta pendatang yang tidak memiliki KTP atau kartu identitas lain kembali ke kampung halaman. ”Kami hanya menerima warga pendatang yang surat-surat kependudukannya lengkap,” tuturnya.

Oskar menyatakan, setiap warga pendatang harus melaporkan kepindahan kepada pihak desa. Dengan memiliki data jumlah warga pendatang di wilayahnya, pihak desa bisa melakukan monitoring. Selama ini, lanjut Oskar, masih sedikit pendatang yang mau melaporkan kepindahan. ”Akibatnya, kami sulit mendapatkan data urbanisasi di Sidoarjo,” jelasnya.

Dia menambahkan, setiap daerah tidak bisa membendung arus urbanisasi. Apalagi Sidoarjo. Banyaknya industri menjadi daya pikat pencari kerja. Namun. kepindahan itu harus diikuti tertib administrasi kependudukan. Mulai KTP, KK, hingga akta kelahiran. ”Data diri harus lengkap,” tegas Oskar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki menjelaskan, operasi yustisi akan digelar serentak di seluruh kecamatan. Target utamanya adalah kos dan rumah kontrakan. Pihaknya juga menggandeng polisi untuk melakukan pemeriksaan surat kependudukan di jalan. ”Kami sudah koordinasikan dengan satpol PP di seluruh kecamatan,” kata Wiwit, sapaannya.

Petugas akan meminta warga menunjukkan kartu identitas. Jika tidak bisa memperlihatkan kartu identitas, warga langsung menjalani sidang di tempat. Kegiatan itu dilakukan agar warga selalu membawa kartu identitas ke mana pun. Bagi yang melanggar, pemkab sudah menyiapkan sanksi. Setelah dinyatakan bersalah, warga diminta membayar denda Rp 50 ribu. ”Berfungsi sebagai efek jera bagi warga,” ungkapnya. (aph/c23/pri)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up