JawaPos Radar

Polsek Wonokromo Berburu Copet di KBS

27/12/2017, 16:40 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kebun Binatang Surabaya
Kapolsek Wonokromo Kompol I Gede Suartika saat berpatroli di dalam KBS. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2018 dimanfaatkan banyak orang untuk mengunjungi tempat wisata. Salah satunya adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS). Meningkatnya jumlah pengunjung KBS, membuat kepolisian siaga.

Seperti yang terlihat pada Rabu (27/12) siang. Personel Polsek Wonokromo berpatroli di sekitar kebun binatang yang pernah didaulat sebagai yang terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Berdasar data yang dihimpun JawaPos.com, rata-rata sekitar 10-15 ribu orang mengunjungi KBS selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2018. "Pengunjung tertinggi tercatat tanggal 24 Desember lalu. Yakni, sebanyak 27.883 orang," terang Kapolsek Wonokromo Kompol I Gede Suartika kepada JawaPos.com.

Kebun Binatang Surabaya
Kapolsek Wonokromo Kompol I Gede Suartika berinteraksi dengan pengunjung KBS, Lia dan Jeremy. (Dida Tenola/JawaPos.com)

Gede sendiri yang memimpin patroli di KBS. Sebanyak 24 personelnya menyebar di area dalam maupun luar KBS. Ada yang berpakaian dinas, ada pula yang berpakaian preman. "Kalau potensi gangguan kamtibmas di KBS ini copet. Sampai sejauh ini, belum ada laporan yang masuk," imbuh Gede.

Selain potensi keamanan, polisi juga mendapat tugas untuk mengurai kemacetan. Di depan KBS, biasanya para pengunjung kerap berswafoto di depan patung ikonik Suro dan Boyo. Untuk itu, polisi memasang barrier agar masyarakat tidak membludak ke pinggir jalan.

Selain spot foto, potensi kemacetan biasanya terjadi karena angkutan umum yang sering menurunkan penumpang sembarangan. "Untuk mengantisipasi hal itu, kami melakukan patroli keliling dengan sepeda motor. Sehingga saat ada yang berhenti langsung kami perintahkan untuk jalan," lanjut mantan Kapolsek Pakal tersebut.

Sebagai respons awal, Polsek Wonokromo juga mendirikan pos pengamanan (pospam) di depan KBS. "Kalau masyarakat menjadi korban kriminalitas di sekitar KBS, bisa langsung melapor ke pospam. Laporannya akan segera kami respons," tegas Gede.

Kehadiran polisi di dalam KBS sempat menarik perhatian pengunjung. Beberapa di antara mereka bahkan mengajak polisi untuk berswafoto.

Salah seorang pengunjung Lia Siregar, 33, asal Jakarta, datang bersama putranya Jeremy Hutagalung, 3. Lia mengaku sudah tiga kali mendatangi KBS. "Kalau saya sudah lama tidak ke Ragunan. Koleksi di sini cukup banyak dan lebih murah, cuma Rp 15 ribu. Anak saya juga senang bisa lihat jerapah," tutur Lia yang sedang liburan ke rumah saudaranya di Sidoarjo.

Soal kehadiran polisi di dalam KBS, Lia mengaku senang. Sebab sosok polisi saat ini lebih humanis. Putranya juga bisa berinteraksi dan berfoto. "Semoga keamanan benar-benar terjaga. Kami merasa aman karena ada polisi," ucap Lia.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up