alexametrics

Sosialisasi Perda Kawasan Tanpa-Terbatas Rokok Kota Ini Belum Optimal

27 Agustus 2017, 23:05:45 WIB

JawaPos.com – Meski sudah ada waktu dua tahun, sosialisasi peraturan daerah (Perda) No 4 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa dan Terbatas Rokok (KTR dan KTbR) belum maksimal. Tidak banyak masyarakat yang mengetahui adanya aturan tersebut.

Nur Cholis, warga Menganti, menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya larangan merokok di tempat tertentu. Yang dia tahu hanya poster berisi imbauan tidak merokok. ”Hanya tahu poster yang ada tulisannya stop merokok. Itu saja,” ungkapnya Sabtu (26/8).

Irawan, warga Banjarsari, Kecamatan Cerme, juga mengaku tidak tahu soal perda yang mengatur KTR dan KTbR. ”Cuma mengerti ada spanduk kawasan tanpa rokok di puskesmas. Tapi, masih ada yang merokok (di lingkungan puskesmas, Red),” ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Gresik Khoirul Huda menilai sosialisasi perda tentang KTR dan KTbR belum maksimal. Buktinya, masih banyak warga yang tidak mengetahui adanya aturan tersebut. ”Itu menjadi tanggung jawab dinas (kesehatan, Red),” tuturnya.

Dia menambahkan, selain sosialisasi, pemerintah seharusnya berkomitmen dengan pelaksanaan aturan itu. Salah satunya terkait penyediaan smoking area di tempat-tempat tertentu yang termasuk KTbR. ”Aturan tersebut inisiatif pemerintah. Jadi, harus berkomitmen,” ucapnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku akan segera melakukan evaluasi terkait hasil sosialisasi yang telah dilakukan. Sebab, waktu sosialisasi tinggal sebulan sejak perda tentang KTR dan KTbR disahkan pada 2015.

Oktober mendatang, aturan tersebut sudah harus dilaksanakan. Termasuk pemberlakuan sanksi administratif, denda, maupun pidana yang mengikat dalam aturan itu. ”Sudah ada perbup. Harus dilaksanakan,” tegasnya.

Kepala Dinkes Gresik dr Nurul Dholam memastikan sosialisasi sudah berjalan optimal. Dinkes menggandeng lintas sektor untuk melakukan penyuluhan. ”Termasuk melibatkan puskesmas,” terangnya.

Ada beberapa bentuk sosialisasi yang telah dilakukan. Salah satunya pemasangan poster dan spanduk larangan merokok di setiap fasilitas kesehatan (faskes). Mulai puskesmas hingga rumah sakit. ”Itu termasuk KTR,” katanya.

Berdasar perda rokok, kawasan yang masuk KTR adalah instansi pendidikan, faskes, angkutan umum, dan tempat ibadah. Sementara itu, wilayah KtbR meliputi pasar/pusat perbelanjaan, perkantoran, serta terminal.

Editor : Suryo Eko Prasetyo

Reporter : (adi/c24/dio)



Close Ads
Sosialisasi Perda Kawasan Tanpa-Terbatas Rokok Kota Ini Belum Optimal