JawaPos Radar

Bayar Rp 250 Juta, Janjikan Lolos Seleksi CPNS

24/08/2016, 13:50 WIB | Editor: admin
Bayar Rp 250 Juta, Janjikan Lolos Seleksi CPNS
LICIN: Agus Santoso (tengah) dengan sejumlah barang bukti yang ditunjukkan Kompol Bayu Indra (kanan). (Dida Tenola/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Pegawai negeri sipil (PNS) menjadi impian sebagian besar orang. Sayangnya, tidak sedikit yang menempuh jalur pintas.

Mereka tergiur pada tawaran calo yang konon bisa menjamin lolos seleksi CPNS. Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah penipuan.

Contohnya aksi Agus Santoso. Memanfaatkan ambisi orang lain yang ingin anaknya lolos seleksi CPNS, dia berani mengobral janji.

Syaratnya, dia meminta uang agar proses bisa dipercepat. Padahal, itu tipu muslihat belaka. Salah seorang yang diperdayainya adalah M. Rodji.

Lantaran ngebet anaknya jadi PNS, pria asal Tanah Merah itu rela melakoni apa saja. Termasuk membayar sejumlah uang kepada Agus.

”Saya dikenalkan oleh teman saya, Djoko,” beber Agus di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (23/8).

Agus yang sehari-hari bekerja sebagai freelancer pengiriman jasa tenaga kerja memang bermodal obrolan yang meyakinkan.

Dia mampu meyakinkan Rodji untuk mengikuti caranya sehingga anaknya bisa menjadi PNS di Kejaksaan Negeri Surabaya. Dia mengaku mempunyai kenalan orang dalam.

Padahal, dia sama sekali tidak punya koneksi ke institusi tersebut. Agar bisa lolos, korban diminta membayar Rp 200 juta. Dia berjanji segera menghubungi setelah uang ditransfer.

”Saya cuma bawa sebagian uangnya buat bayar kontrakan. Sisanya dipakai Djoko,” katanya.
Setelah ditunggu lama, tak kunjung ada kabar dari Agus.

Belakangan Rodji mengetahui bahwa seleksi PNS di kejaksaan telah usai. Namun, dia hanya bisa gigit jari saat melihat nama anaknya tidak tertera sebagai pegawai.

Rodji pun berupaya mencari Agus. Saat dihubungi, Agus berusaha bersikap tenang. Dia berkelit bahwa proses penerimaan lewat jalur khusus itu sedang diupayakan.

Untuk memperlancar urusannya, Agus justru meminta tambahan uang Rp 50 juta via tranfer. Saking bingungnya, korban percaya. Setelah itu, Agus menghilang.

Kasus tersebut lantas dilaporkan ke polisi. Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Surabaya langsung melacak pelaku. Saat ini polisi masih mencari dua orang yang diduga ikut terlibat.

”Tersangka kami tangkap di Lawang,” jelas Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra. (did/c6/fal/sep/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up