Masyarakat Lintas Agama Iringi Pemakaman Bayu

23/05/2018, 14:40 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pemberangkatan jenazah Aloysius Bayu Rendra Wardhana dari Gereja Santa Maria Tak Bercela ke makam Keputih. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gereja Santa Maria Tak Bercela menggelar ibadah misa. Hal itu sebagai penghormatan kepada Aloysius Bayu Rendra Wardhana yang menjadi korban teror bom beberapa waktu lalu.

Pastor Kepala Paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela Kurdo Irianto memimpin Ibadah misa pukul 11.00 WIB. Sebanyak 80 anggota keluarga, ratusan jemaat, dan masyarakat lintas agama hadir pada misa tersebut.

Hendro Siswanto Soegijo, ayah mendiang Aloysius Bayu Rendra Wardhana menyempatkan diri berpidato didepan altar. Dia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh jemaat dan masyarakat lintas agama yang hadir.

Prosesi Misa pemberkatan jenazah Aloysius Bayu Rendra Wardhana di Gereja Santa Maria Tak Bercela. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

"Saya aturkan terima kasih karena ikut hadir dan peduli dalam acara pesta ekaristi suci. Tuhan yang akan membalas kebaikan saudara semua," kata Soegijo di altar Gereja Santa Maria Tak Bercela, Rabu (23/5).

Tak lupa, Soegijo mendoakan putranya. Dia berharap putranya segera mendapat tempat yang layak di Surga. Karena kematian Bayu adalah kesempurnaan rencana Tuhan.

"Pergilah dalam damai Tuhan. Songsonglah kerajaan Surga. Kami percaya Tuhan punya rencana bagi Bayu. Terima kasih Bayu. Imanmu begitu agung. Selamat siang anakku. Selamat jalan," ucap Soegijo dalam doanya.

Semenara itu, Ketua Perkumpulan Rohaniawan Agama Konghucu Indonesia Binky Irawan menyampaikan rasa dukanya kepada almarhum Aloysius Bayu dan keluarga. Menurutnya, Bayu memang layak disebut martir.

Sebab Bayu sudah memberikan layanan kepada sesama manusia hingga ajal menjemput. "Memang sangat menyentuh. Menurut saya apa yang sudah dilakukan Bayu adalah melayani Tuhan. Sama seperti kami semua," tutur Binky.

Disisi lain, setelah tragedi bom di gereja, dia berharap tidak ada lagi dendam atau bentuk diskriminasi apapun antar-masyarakat. Termasuk cara berbusana. Menurutnya, seseorang tidak dapat menilai kejahatan seseorang hanya dari cara berpakaian.

"Saya rasa kalau jilbab atau cadar itu hanya pakaian atau mode. Nggak bisa digebyah uyah atau disamaratakan. Jadi intinyam kami harus tepa selira. Karena inti dari ajaran semua agama itu cinta kasih," ulasnya.

Tepat pukul 12.30 WIB keluarga mengantar jenazah Aloysius Bayu dari Gereja Santa Maria Tak Bercela ke pemakaman umum Keputih. Tak hanya keluarga, sejumlah masyarakat lintas agamaturut mengantar jenazah Bayu ke makam.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi