JawaPos Radar

Bayu Tak Sempat Pakai Studio Foto Pemberian Sang Ayah

23/05/2018, 17:33 WIB | Editor: Budi Warsito
Bayu Tak Sempat Pakai Studio Foto Pemberian Sang Ayah
Keluarga menaburkan bunga saat pemakaman Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di TPU Keputih. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jenazah Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban bom Gereja Santa Maria Tak Bercela telah dimakamkan oleh pihak keluarganya. Jenazah Bayu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, pukul 12.30 WIB, Selasa (22/5).

Pemakaman Bayu pun diiringi tangis keluarga saat petugas makam mulai menutup peti jenazah Bayu dengan tanah. Hendro Siswanto, ayah Bayu sempat pingsan dan harus dipapah keluar dari kerumunan pelayat.

Hendro mengaku sudah mengikhlaskan kepergian putranya. Menurutnya, Bayu adalah sosok yang loyal dan peduli terhadap teman. Bayu, lanjutnya, juga tidak pernah membedakan dalam pertemanan sehari-hari.

Bayu Tak Sempat Pakai Studio Foto Pemberian Sang Ayah
Keluarga menaburkan bunga saat pemakaman Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di TPU Keputih. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

"Bayu selalu memikirkan nasib temannya. Misalnya, kalau Bayu punya sesuatu untuk dibagi, yak opo carane temanya dapat semua," kata Hendro ditemui wartawan di TPU Keputih, Rabu (23/5).

Namun, Hendro menyayangkan ada cita-cita Bayu yang belum sempat terlaksana. Hendro mengaku sudah membuatkan studio foto bernama Cornel Foto. Lokasinya di Jalan Kertajaya 1, No 15 A, Surabaya.

Hendro sengaja membuatkan studio foto itu karena, Bayu memang penghobi fotografi. Hobbynya itu juga yang menjadi mata pencaharian Bayu.

"Kalau di dunia fotografi, teman-teman mengenal Bayu dengan nama Koko Item," kata Hendro.

Semantara itu, Adik kandung Bayu, Galih Wardhana mengaku, dirinya akan berencana meneruskan cita-cita kakaknya. Hanya saja, dia enggan mengatakan apa yang akan dilakukan terhadap studio foto peninggalan Bayu tersebut.

"Ada rencana pasti. Tapi saya belum dapat sampaikan sekarang," kata Galih.

Dalam kesempatan itu, Pastor Kepala Paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela Kurdo Irianto yang hadir mengatakan, Bayu adalah sosok yang cukup berani. Menurutnya, Bayu sudah mengambil pilihan hidup dengan berkorban bagi banyak orang.

"Menurut iman kami, itu yang di teladankan Yesus Kristus," kata Romo Kurdo.

Meski, Romo Kurdo mengakui pihaknya harus menunggu agak lama, hingga Polda Jawa Timur akhirnya memulangkan jenazah Bayu. Terlepas dari itu, lanjutnya, sosok Bayu mencerminkan hakekat pengorbanan hidup yang dilakukan dengan tulus.

"Ibarat biji gandum tidak akan menghasilkan banyak buah jika tidak mati dahulu. Jadi apa yang dilakukan Bayu, sesuai dengan apa yang di imaninya," katanya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up