JawaPos Radar

Gus Nur, Penceramah Yang Hina NU Akhirnya Minta Maaf

23/01/2018, 23:28 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
PC GP Kota Surabaya
Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) kota Surabaya mengundang Gus Nur melakukan tabayyun terkait ujaran kebencian yan gmenyudutkan NU, Kiai NU dan Banser, Selasa (23/1) (Moh.Mukit/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) kota Surabaya mengundang seorang penceramah bernama Sugi Nur Raharja atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Nur untuk melakukan tabayyun terkait ujaran kebencian melalui video yang menyudutkan Nahdlatul Ulama (NU), Kiai NU, dan Barisan Ansor Serba Guna (Banser).

Proses tabayyun yang berlangsung di kantor PC NU Kota Surabaya itu berlangsung cukup panas, Selasa (23/1). Namun, setelah diputarkan bukti video yang mencaci maki kiai NU, Banser dengan kata-kata yang tidak sopan itu, Gus Nur akhirnya meminta maaf. Ia mengawali proses tabayyun dengan bersumpah di bawah kitab suci Al-Quran.

"Intinya kami sudah baik, ojo diplintir-plintir maneh (lagi). Saya akan memperbaiki diri saya sendiri sebab kita tak bisa merubah orang lain kalau tidak dari kita sendiri. Wis anggepen aku sing salah, aku tak berubah. Wis ojo diplintir-plitir lho yoh," kata Gus Nur usai tabayyun di kantor PCNU Kota Surabaya, Selasa (23/10).

Sementara itu Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya, HM Farid Afif mengatakan, maksud digelarnya tabayyun ini untuk mendapatkan klarifikasi dari Gus Nur sekaligus Ansor Surabaya yang ingin memahami cara berfikir Gus Nur.

"Tabayyun ini pertama untuk silaturahmi, kedua agar beliau memberikan klarifikasi terkait video-videonya yang diunggah di youtube dan media sosial yang menghina-hina NU, Ansor dan Banser," kata Afif.

Meski diputuskan untuk saling memaafkan, jelas Farid, dalam forum tabayyun itu tidak menemukan titik temu. Sebab, penjelasan Gus Nur tidak kurang detail dan tidak masuk pada inti persoalan.

"Kita bersepakat untuk saling memaafkan. Walaupun, dalam forum tabayyun ini tidak ada titik temu yang jelas karena pembahasan terlalu melebar dan tidak bisa fokus terhadap persoalan di Kota Surabaya," imbuhnya.

Oleh kerena itu, Afif berharap agar Gus Nur tidak lagi mengulangi perbuatannya yang sangat menyudutkan NU baik secara organisasi mapun seluruh tokoh dan warga NU.

"Mudah-mudahan tidak diulangi lagi. Kami berharap jangan lagi ada hujatan dan fitnah, serta mengedepankan dakwah yang santun dan lembut," pungkasnya.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up