alexametrics

Pilgub Jatim Jadi Indikasi Parpol Krisis Kader

22 November 2017, 21:44:56 WIB

JawaPos.com — Pilgub Jatim tahun depan menjadi indikator melemahnya kekuatan partai politik. Krisis kepemimpinan hampir terjadi pada semua parpol di Jawa Timur. Parpol memilih untuk mengusung cagub-cawagub di luar kadernya sendiri.

Kecuali PKB yang mengusung kadernya sebagai cagub, Syaifullah Yusuf, partai-partai lain mengusung nama-nama selain kadernya. PDIP mengusung kadernya Abdullah Azwar Anas hanya sebagai cawagub. Demokrat, Golkar, dan Nasdem memilih Khofifah dan Emil yang notabane bukan kader asli partai.

Senior Advisor iPol Indonesia Maman Suherman menegaskan, parpol-parpol saat ini tidak punya kemampuan kaderisasi internal. “Ini cukup memalukan. Partai belum bisa menjadi agen politik,” tegas Maman kepada JawaPos.com, Rabu pagi (22/11).

Berdasarkan riset yang dilakukan iPol Indonesia, mayoritas partai seakan-akan tidak percaya diri untuk bersaing. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur saja. Melainkan sudah menjadi sebuah fenomena yang merata. “Di Jawa Barat, Golkar mengajukan Dedi Mulyadi yang bukan kadernya,” tambah Maman.

Sejauh ini, masih ada dua poros yang siap bertarung pada Pilgub Jatim. Satu poros alternatif yang terdiri dari partai Gerindra, PAN, dan PKS belum mengambil sikap.

“Hanya PAN yang konsisten mengusung kader partai. Ada nama Masfuk, Suyoto, bahkan nama Anang Hermansyah. Tapi karena proporsi parlemen hanya tujuh kursi, mereka cukup realitis untuk memasang kadernya hanya sebagai cawagub,” lanjutnya.

CEO iPol Indonesia Petrus Hariyanto mengatkan, pihaknya juga telah melakukan riset terkait komposisi paslon alternatif mengerucut kepada tiga nama. Riset tersebut dilakukan berdasarkan popularitas, tone, sentimen, dan influence selama tiga bulan terakhir.

Petrus melanjutkan, ada beberapa nama potensial yang bisa diusung parpol alternatif. Yakni Supriyanto, Anwar Sadad, Masfuk, Suyoto, hingga Bambang Haryo. “Kami melakukan simulasi 3 paslon. Ditambah dengan La Nyalla,” terangnya kepada wartawan.

Dia lalu memaparkan, hasilnya pasangan Bambang Haryo-Masfuk meraup 42 persen suara pemilih, La Nyalla Mattaliti-Suyoto 39 persen, Anwar Sadad-Anang Hermansyah 30 persen. “Masing-masing personal itu tren pemberitaannya terus menguat. Anwar Sadaf sendiri intens menjadi influencer trending topic Pilgub Jatim,” papar Petrus. (did/JPG)

Editor : admin

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Pilgub Jatim Jadi Indikasi Parpol Krisis Kader