JawaPos Radar

Astaga, Tiga Sekawan Pemuda Ini Berparang Rampas HP dan Motor

22/09/2017, 17:39 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Komplotan belia nekat
Komplotan Nekat (Grafis: Rizky/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Bandit jalanan kembali beraksi di Kota Delta. Modusnya semakin beringas. Mereka tidak segan mengepung dan mengancam korbannya dengan senjata tajam (sajam). Peristiwa terbaru terjadi di Dusun Patuk, Desa Sidomulyo, Krian, Rabu (20/9).

Kejadian yang cukup mengerikan itu dialami tiga sekawan. Yakni, M. Sholeh Nurhudian, Brian Rangga, dan M. Imam Ma’ruf. Dini hari pukul 02.30, mereka didatangi tiga pria ketika asyik mengobrol di pinggir jalan. ’’Habis main ke rumah teman,’’ kata Sholeh, Kamis (21/9).

Warga Desa Kesamben Wetan, Driyorejo, Gresik, tersebut menuturkan, salah seorang pelaku tiba-tiba mengeluarkan sajam jenis parang. Dia meminta telepon genggam yang saat itu dipegang Imam. Brian yang berada persis di sebelahnya berusaha melawan. Namun, pelaku yang membawa sajam justru bertindak brutal dengan menyabetkan sajam. ’’Brian luka di tangan kanan,’’ ujarnya.

Sholeh mengatakan, dirinya dan dua temannya langsung berlari menyelamatkan diri karena ketakutan. Mereka melupakan motor Honda Supra bernopol W 3716 JR miliknya yang ketinggalan di lokasi. ’’Baru ingat setelah ditolong warga. Balik ke lokasi, motornya sudah tidak ada,’’ tutur pemuda 17 tahun itu.

Menurut dia, semua pelaku masih muda. Usianya 20 tahunan. Sholeh merasa tidak pernah bertemu dengan mereka sebelumnya. Meskipun, dia kerap main ke kampung sekitar lokasi perampasan. ’’Lapor ke polisi langsung paginya,’’ terangnya.

Sholeh yang mengalami kerugian materiil paling banyak mendatangi Mapolsek Krian. Dia menjelaskan kronologi perampasan yang dialami kepada petugas. ’’Belum dapat perkembangan informasi. Kerugian sekitar Rp 11 juta,’’ ungkapnya.

Kanitreskrim Polsek Krian AKP Aspul Bakti tidak membantah adanya laporan perampasan itu. Dia menjelaskan, petugas sudah dikerahkan untuk melakukan perburuan. ’’Kejadiannya malam hari pada saat situasi sepi. Jadi, minim saksi dari warga sekitar,’’ paparnya.

Aspul menyatakan, pihaknya masih akan meminta keterangan ketiga korban untuk memperkuat ciri-ciri pelaku. Sebab, dalam pemeriksaan awal, mereka terlihat masih shock. ’’Mohon doanya agar bisa cepat terungkap,’’ ucapnya.

(edi/c19/pri)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up