Masih Hidup, Korban Bom Surabaya Dikabarkan Meninggal

22/05/2018, 15:31 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Humas dan Marketing RS Bedah Surabaya Putri Ayu. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kabar bohong alias hoax terkait bom Surabaya kembali beredar. Kabar itu menyebar melalui grup WhatsApp di kalangan jurnalis di Surabaya. Pesannya menyatakan bahwa seorang korban bom bernama Wenny Angelina, 47, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Bedah Surabaya.

Humas dan Marketing RS Bedah Surabaya, Putri Ayu menampik kabar tersebut. Menurutnya, Wenny sudah melalui tahap operasi pengambilan benda asing di tubuhnya pada Minggu (20/5) lalu.

Benda asing yang dimaksud adalah sejumlah pecahan kaca, baut, dan logam lain dari bom yang meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Saat ini, kondisi Wenny sudah stabil. Wenny masih menjalani perawatan untuk menunggu proses penyembuhan lukanya.

Kabar hoax yang beredar di grup WhatsApp. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Namun, Putri belum dapat mengonfirmasi kapan Wenny diperbolehkan pulang. "Kalau kapan Bu Wenny boleh pulang, harus konfirmasi sama dokter spesialisnya," kata Wenny ditemui JawaPos.com, Selasa (22/5).

Wenny tidak sendiri. Dia dirawat bersebelahan dengan korban bom di lokasi yang sama. Yakni, Diah Linawati, 69. Diah menderita luka yang sama dengan Wenny. Tapi sekitar 2 hari lagi, Diah sudah diperbolehkan pulang. "Tidak ada luka bakar. Hanya luka akibat benda asing saja," terang Putri.

Saat ini, Wenny dan Diah masih dirawat hingga kondisinya pulih. Pihak rumah sakit belum memperbolehkan awak media untuk menemui Wenny, Diah, maupun keluarganya.

Sebagai informasi, Wenny adalah orang tua Vincentius Evan dan Nathanael Ethan. Keduanya meninggal saat terjadi aksi pengeboman di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Minggu (13/5) lalu.

(ce1/HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 22/05/2018, 15:31 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 22/05/2018, 15:31 WIB

Berita Terkait

Rekomendasi